Gubernur Sesalkan Kampanye Black Campaign | Pasific Pos.com

| 23 May, 2019 |

Gubernur Sesalkan Kampanye Black Campaign

Headline Penulis  Senin, 23 November 2015 12:25 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Gubernur Sesalkan Kampanye Black Campaign
Gubernur Papua, Lukas Enembe.

 

Jayapura,- Gubernur Papua, Lukas Enembe menyesalkan adanya kampanye hitam atau Black Campaign dalam Pilkada Kabupaten Keerom. Kampanye hitam dilakukan dengan menyebarkan selebaran mengatasnamakan kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB), dan meminta semua masyarakat Pegunungan yang tinggal di wilayah Keerom mendukung pasangan “BISA” Benny Sweny – Nursalim Ar-Rozy yang diusung partai Demokrat.

Gubernur yang juga selaku Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua menuding isu provokatif ini, sengaja diciptakan salah satu kandidat dengan tujuan memojokkan pasangan BISA.
Apalagi dalam selebaran tersebut bernuasa SARA yakni ingin memecah belah dua kelompok masyarakat yang selama ini sudah hidup berdampingan sekian lama di Kabupaten Keerom.
“Isu yang terjadi di Keerom ini, bisa saja terjadi di tempat lain. Oleh karena itu kita harus segera mengambil langkah-langkah pencegahan, meminimalisir jangan sampai isu ini meluas,” ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi bersama FORKOPIMDA, KPU dan Bawaslu serta pihak terkait dalam rangka pemantapan Pilkada serentak di 11 Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua, berlangsung di Sasana Karya kantor Gubernur Dok II Jayapura, Jumat siang.
“Salah satu pasangan calon yang ciptakan isu seperti ini. Surat edaran dibuat tanpa nama yang jelas,” tudingnya.
Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Pdt. Robert Khorik membenarkan adanya laporan dari Panwas Keerom terkait kampanye hitam tersebut. Ia menyebutkan, kampanye hitam terjadi sepekan lalu.
“Memang benar kami telah mendapat laporan terkait hal itu, namun sejauh ini kami belum bisa menindaklanjuti karena baru menemukan satu alat bukti berupa selebaran itu,” aku Robert Khorik.
Sementara itu Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw yang ditemui wartawan usai rapat mengaku, pihaknya sudah menerima informasi terkait beredarnya selebaran surat tersebut. Namun pihaknya meragukan terkait keabsahan suratnya dan sulit untuk dipertanggung jawabkan.
“Kita sedang selidiki siapa yang sebenarnya mencoba untuk menempel atau membuat gerakan seperti itu. Karena secara naluri saja bila seseorang ingin mendapatkan dukungan suara, dengan menggunakan pola seperti itu tentunya sangat tidak mungkin. Itu membunuh nyalinya sendiri,” ungkap Waterpauw.
Diakuinya, saat ini dirinya telah memerintahkan Kapolres Keerom dan jajaranya untuk menyelidiki kebenaran surat tersebut apakah memang sengaja dibuat oleh pihak yang punya kepentingan dalam hal ini pasangan Benny – Nursalim atau pihak lain yang sengaja menyebarkan isu untuk menyerang pasangan tersebut.
“Jadi motif kuat pasti terkait pilkada. Karena disanakan persaingan cukup ketat diantara para kandiadat. Sehingga satu yang lain mencoba untuk melakukan kampanye hitam untuk menjatuhkan suaranya dengan yang lain,” ujar Waterpauw.
Ia mengimbau kepada seluruh tokoh masyarakat di Kabupaten Keerom jangan terpengaruh dengan isu seperti itu. Tetap saja ikuti kegiatan kampanye ini untuk melihat secara seksama misi visi dari para kandidat untuk bagaima memajukan Keerom ke depan. “Sejauh ini situasi keamanan di Keerom cukup kondusif. Para tokoh masyarakat, adat tidak terlalu banyak bereaksi terkait selebaran itu,” katanya.
Pilkada serentak di 11 Kabupaten di Provinsi Papua saat ini telah memasuki masa kampanye. Untuk Kabupaten Keerom diikuti empat pasangan calon antara lain, pasangan Benny Swenny – Nursalim Rozy, Jansen Monim – Ignatius Hasyim, Yusuf Wally – Sarminanto, Celcius Watae – Muh. Markum. (Bams)

Dibaca 528 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX