DPRP Tak Adil, Jika Penembak Warga GIDI Tak Diungkap | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

DPRP Tak Adil, Jika Penembak Warga GIDI Tak Diungkap

Headline Penulis  Kamis, 19 November 2015 10:41 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Ketua DPR Papua, Yunus Wonda.
Ketua DPR Papua, Yunus Wonda.

 

Jayapura,- Ketua DPR Papua, Yunus Wonda menilai tak adil apabila pelaku penembakan terhadap 11 warga GIDI dalam Insiden di Tolikara pada 17 Juli 2015 lalu tak diungkap. Apalagi saat ini, dua warga GIDI telah diproses terkait insiden Tolikara.

“Penegak hukum juga harus ada rasa keadilan bagi masyarakat Papua, karena sampai saat ini belum melihat proses pengungkapan terhadap para pelaku penembakan pasca pembakaran Kios di Tolikara yang kemudian merembet ke Mushola,” kata Yunus Wonda, Rabu (18/11).
Dalam insiden Tolikara, kata Yunus Wonda, DPR Papua akan melihat secara keseluruhan, bukan dari sisi satu pihak. Sebab secara keseluruhan semua orang mengetahui bahwa, insiden Tolikara bukan factor kesengajaan.
Namun, lanjutnya, DPR Papua belum melihat adanya proses penegak hukum bagi pelaku penembakan. Padahal, pihaknya telah mempersilahkan kedua warga GIDI diproses hukum atas peristiwa di Tolikara.
“Ini jelas-jelas korban masyarakat sebanyak 11 orang dan 1 orang diantaranya meninggal dunia akibat terkena tembak. Sampai hari ini belum melihat sampai dimana gaungnya. Ada keadilan apabila pelaku penembakan warga GIDI diungkap,” kata Yunus.
Politikus dari Partai Demokrat ini pun mendesak aparat kepolisian menyelidiki secara keseluruhan pelaku penembakan. Sebab, peristiwa penembakan di Tolikara telah melukai masyarakat di Tolikara, terlebih lagi korban meninggal.
“Proses ini juga harus ada, supaya semua orang melihat bahwa ada keadilan yang terjadi diatas tanah ini. Berhenti dengan cara-cara yang menyudutkan yang akhirnya hanya membuat rasa keresahan bagi kehidupan masyarkaat sehari-hari,” ujarnya.
DPR Papua juga meminta Kejaksaan Tinggi Papua dan Pengadilan Negeri Jayapura agar melihat sisi keadilan secara keseluruhan kondisi yang terjadi di Kabupaten Tolikara. Pihaknya mengkhawatirkan timbulnya rasa tidak percayaan masyarakat terhadap aparat maupun pemerintah.
“Okelah proses dua Pemuda GIDI terus berjalan, tapi kami minta agar pengadilan melihat secara arif dan bijaksana terhadap kasus ini tanpa ada tendensi dan lain-lainnya. Kami harap masalah Tolikara bisa diseleslaikan secara adil,” harap Yunus. (Syaiful)

Dibaca 579 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.