Ilegal Loging Tak Berhenti, Bila Oknum Aparat Masih Bermain | Pasific Pos.com

| 17 July, 2019 |

Ilegal Loging Tak Berhenti, Bila Oknum Aparat Masih Bermain

Headline Penulis  Kamis, 19 November 2015 10:38 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Ketua Pansus Penyelamatan Hutan Papua, Ruben Magai
Ketua Pansus Penyelamatan Hutan Papua, Ruben Magai.

 

Jayapura,- Ketua Panitia Khusus Penyelamatan Hutan Papua DPR Papua, Ruben Magai menilai aktivitas illegal loging di Papua tak akan berhenti, apabila masih adanya oknum aparat yang bermain dalam penjualan kayu illegal ini.

Menurut Ruben Magai, aktivitas illegal loging saat ini masih marak terjadi dikawasan hutan Kabupaten Jayapura maupun Keerom. Padahal, dua kabupaten tersebut berada disekitaran pusat Pemerintah Provinsi Papua.
“illegal loging sudah lama beroperasi di tanah Papua, yang berdampak gundulnya hasil hutan. Ini terjadi karena ada oknum aparat hukum yang bermain, sehingga sulit mengatakan siapa pelaku, apalagi menangkap pelakunya,” ujarnya, Rabu (18/11).
Ruben mengibaratkan hutan Papua seperti perempuan seksi yang diperebutkan semua orang dari luar Papua. Tak dapat dipungkiri, berbagai macam cara dilakukan untuk menghabisi isi hutan di Papua.
“Tak hanya emas dan tembaga yang diambil oleh orang luar di Papua, seperti di Kabupaten Mimika, kayu pun menjadi incaran mereka,” katanya.
Menyingkapi aktivitas illegal loging ini, DRP Papua mendesak Gubenur Papua, Lukas Enembe agar mencabut ijin industri pengelolaan kayu di Papua, dan kemudian meverifikasi kembalu ijin pengolahan kayu.
“Kalau dibilang hutan Papua luas, kayu sudah mulai habis. Pengusaha melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan memberikan uang tak seberapa, kemudian mereka mengambil kayu Papua dan dijual kembali dengan keuntungan berlipat ganda,” terangnya.
Ruben juga menyarankan Perwakilan Pemerintah Pusat ditarik dari Papua, sehingga pengelolaan hutan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua. “Pemerintah Pusat hanya mengawasi dan monitor, serta mendorong anggaran untuk pelestarian hutan Papua,” (Syaiful)

Dibaca 501 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.