DPRP Sayangkan Sikap Aparat Halangi Peringatan Kematian Theys | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

DPRP Sayangkan Sikap Aparat Halangi Peringatan Kematian Theys

Headline Penulis  Kamis, 12 November 2015 19:06 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa.
 Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa.

 

Jayapura,- Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa mensayangkan sikap aparat kepolisian yang menghalang-halangi masyarakat ketika memperingati 14 tahun kematian almarhum Theys Eluay di makamnya, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Laurenzus pun menilai sikap aparat tidak menjunjung nilai-nilai kemanusian. “Itu bukan solusi. Saya lebih banyak berbicara dari segi nilai - nilai kemanusiaan, bukan untuk politik dan lain-lain. Bangsa ini akan lebih dihormati bila bilai-nilai kemanusiaan diprioritaskan,” ujar Kadepa, Rabu (11/11).
Bagi Laurenzus, Perayaan 14 tahun penculikan Theys Eluay telah meninggalkan luka yang paling dalam kepada keluarga, suku dan bangsa serta orang-orang diseluruh dunia yang punya hati terhadap penculikan sampai meninggal dunia.
“Theys Eluay adalah manusia biasa, seperti manusia lain yang punya hak yang sama untuk hidup dan berkarya, sehingga sangat wajar jikalau dihari kematiannya terus dirayakan dalam bentuk apapun,” kata Laurenzus Kadepa.
Ia pun berpandangan belum ada komitmen Negara dalam memproses pelaku penculikan Theys Eluay, sehingga patut diduga bahwa negara bermain dalam penculikan terhadap Theys Eluay yang pada masa itu berjuang untuk Kemerdekaan Papua.
“Para penegak hukum jangan merasa kasus ini lama, sehingga meninggalkan begitu saja, tanpa ada solusi untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban,”ujarnya.
Laurenzus menegaskan, bahwa almarhum Theys Eluay sangat tidak mudah untuk dilupakan masyarakat Papua dan tidak mudah melupakan atas peristiwa ini di hati dan benak orang asli papua. “Seluruh orang Papua di tanah ini adalah keluarga korban, karena pak Theys adalah tokoh Papua yang disegani, beliau bukan orang biasa, tapi dia adalah pemimpin bangsa Papua kala itu,” tutupnya. (Syaiful)

Dibaca 1900 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.