Bendera Merah Putih Terbalik Di Posko Rumanus | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Bendera Merah Putih Terbalik Di Posko Rumanus

Headline Penulis  Rabu, 11 November 2015 09:39 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Bendera Merah Putih Terbalik Di Posko Rumanus
Tampak Bendera Merah Putih yang dipasang terbalik di posko pemenangan Romanus.

 

Jayapura,- Romanus Mbaraka diprotes atas peristiwa terbaliknya Bendera Merah Putih, di posko pemenangan Romanus, Jalan Trans Irian, Kelurahan Rimba Jaya, Distrik Merauke,Selasa (10/11) pagi. Romanus calon bupati dalam bursa pencalonan Kepala Daerah Kabupaten Merauke, tahun 2015.

“Bendera Merah Putih telah dilecehkan. Kami tidak bisa menerima itu,” kata Johanes Gluba Gebze mantan Bupati Kabupaten Merauke, Papua, kepada wartawan, Selasa (10/11) sore.
Menurut dia, berkibarnya Bendera Merah Putih dengan posisi terbalik, selama kurang lebih satu bulan, pertanda pemerintah Kabupaten Merauke tidak menghormati kedaulatan Negara Republik Indonesia.
“Apalagi Bendera Merah Putih dipasang di tengah-tengah bersama bendera Parpol. Bendera Parpol dipasang dengan posisi baik, kok kenapa Bendera Merah Putih tidak demikian,” ujarnya.
Tokoh Masyarakat Papua Selatan itu menyayangkan tidak tanggapnya pemerintah dan aparat penegak hukum dalam kasus ini.
“Saya tidak melihat ini ada kaitannya dengan Pilkada Merauke, yang saya lihat, ini bisa jadi ada unsur kesengajaan dari pihak yang memasang, apalagitelah berkibar sangat lama disana,” katanya.
Peristiwa terbaliknya Bendera Merah Putih di Posko Pemenangan Calon Petahana Bupati Merauke, sempat menjadi perbincangan hangat warga Kota Rusa. Posko pemenangan tersebut terletak di tepi jalan raya yang ramai dilalui pengendara. Sekitar 1 kilometer dari posko pemenangan, terletak perkantoran pemerintah, Kantor Kepolisian dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Merauke.
“Kami meminta agar pemerintah, atau dalam hal ini, Bupati Kabupaten Merauke, segera merespon turunnya Bendera Merah Putih dan menaikannya kembali dalam posisi terhormat. Bupati mestinya bertanggungjawab,karena sebagai calon Kepala Daerah untuk Kedua kalinya, telah membiarkan timnya melecehkan Merah Putih,” tegas Johanes Gluba Gebze.
Mantan Kepala Daerah selama 10 tahun di Merauke itu menambahkan, jika pemerintah tidak cepat tanggap, ia akan melayangkan surat protes dan pengaduan kepada aparat penegak hukum. “Jangan menganggap remeh peristiwa ini. Hormati Merah Putih, jangan hanya menghormati benderaparpol.”
Sementara itu, sejumlah pengendara yang melewati jalan Trans Irian mengaku melihat dengan jelas terbaliknya Merah Putih. “Yang saya tahu, bendera itu sudah berkibar cukup lama di posko itu, yah nggak tahu, kenapa dibiarkan begitu saja,” kata Agus, warga Semangga Merauke.
Bendera terbalik tersebut berukuran lebar sekitar 1 setengah meter, dengan tinggi kurang lebih 75 cm. Bendera dipasang pada sebuah tiang kayu dan ditancapkan di tanah, depan sebuah Honai (model rumah adat warga asli Pegunungan Tengah Papua). Honai tersebut digunakan untuk pos koordinasi tim sukses Romanus Mbaraka yang selalu ramai dibanjiri warga. Hanya berjarak satu meter di kiri dan kanan, berjejer enam bendera Parpol. Tidak jauh, terbentang sebuah baliho Bupati Kabupaten Merauke, dan sebuah atribut kampanye, bendera ajakan memilih nomor urut dua.
Kapolres Merauke AKBP Sri Satyatama saat dikonfermasi melalui telephon sellulernya, mengaku belum tau perihal bendera yang terbalik itu.
Sementara itu Dandim 1707 Merauke, Lekol Made Alit,mengaku telah memerintahkan anak buahnya ke TKP. "Anak buah saya sedang.kesana," ujarnya. (Fani)

Dibaca 515 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX