KASAD : Tak Ada Lagi Penembakan Terhadap Rakyat | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

KASAD : Tak Ada Lagi Penembakan Terhadap Rakyat

Headline Penulis  Kamis, 05 November 2015 07:32 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

KASAD : Tak Ada Lagi Penembakan Terhadap Rakyat

JAYAPURA - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, mengingatkan kepada prajurit TNI, khususnya di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih untuk tidak lagi ada penembakan terhadap rakyat Papua. "Saya selalu mengingatkan prajurit saya jangan terlalu mudah menggunakan senjata, karena senjata itu melindungi rakyat bukan menembak rakyat,” tegas KASAD usai melakukan kunjungan kerja di Wamena dan Kodam XVII/Cenderawasih, Rabu kemarin.

Menurutnya, setiap permasalahan yang terjadi semuanya bisa dikomunikasikan demi keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. Sebab jika tidak, maka akan terjadi kesalahan pahaman, emosional, todal bisa menahan diri.
“Prajurit TNI di lapangan tak boleh berpisah dengan rakyat. Harus membantu apa yang menjadi kesulita rakyat, tapi tapi TNI juga akan kuat jika jika bersama dengan rakyat. Itulah program-program yang harus implementasikan di lapangan dan harus berperan aktif dalam rangka membantu kesulitan masyarakat," terangnya.
Lebih lanjut disampaikan KASAD, bahwa semua permasalahan yang terjadi akan bisa diselesaikan asalkan mempunyai niat yang baik untuk bermusyawarah dan berbicara secara bersama-sama.
Sebab, kehidupan masyarakat akan bisa terwujud kalau kita memiliki hubungan yang baik, selalu berkomunikasi dalam masalah-masalah yang terjadi di lapangan.
"Kemudian saya juga sampaikan kepada prajurit saya untuk mendeteksi dini yang menyebabkan terjadinya konflik antar suku yang ada disini, supaya tak terjadi dan kita yakini bahwa kita bersatu maka, insya Allah tidak akan terjadi," katanya.
Pada kesempatan itu pula, KASAD mengajak kepada masyarakat yang berbeda paham dengan NKRI, untuk turun bersama-sama membangun daerahnya. “Kami tak ingin berperang dengan saudara-saudara kita yang berseberangan, kita selelu menyampaikan kepada keluarganya mari menjalin kehidupan secara bersama-sama,” katanya.
Menurutnya, salah satu yang menghambat pembangunan dan perekonomian rakyat, karena situasi keamanan yang selalu terjadi sehingga masyarakat terus ketakutan, sehingga proses aktifitas yang dilakuan tak bisa dilakukan. “Mari kembali bersama-sama membangun daerahnya,” ajaknya. (Fani)

Dibaca 718 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.