DPRP Bakal Bentuk Perdasus Perlindungan Anak Asli Papua | Pasific Pos.com

| 21 May, 2019 |

DPRP Bakal Bentuk Perdasus Perlindungan Anak Asli Papua

Headline Penulis  Rabu, 04 November 2015 08:19 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Wakil Ketua DPRP, Yanni
Wakil Ketua DPRP, Yanni.

 

Jayapura,- Dewan Perwakilan Rakyat Papua berencana membentuk Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) tentang perlindungan terhadap anak asli Papua. Perdasus ini dibentuk untuk menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Papua yang kian memprihatinkan.

Wakil Ketua DPR Papua, Yanni mengklaim dirinya akan segera melakukan kajian dalam waktu dekat ini bersama para Komisi di DPRP terhadap Perdasus Perlindungan anak asli Papua. “Dalam waktu dekat akan kami lakukan temu kaji atau kajian-kajian bagaimana mendorong untuk ada Perdasus tentang Perlindungan terhadap anak asli Papua,” kata Yanni, Selasa (3/11).
Menurutnya, pembentukan Perdasus ini, dikarena banyaknya anak-anak Papua yang terlantar di jalanan, hingga meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, baik kekerasan fisik maupun seksual yang telah menjadi perhatian Komnas Perlindungan Anak di Jakarta.
“Anak Papua tak boleh terlantar, karena mereka adalah sebuah generasi penerus, sehingga wajib kita selamatkan. Tentu semua anak-anak perlu mendapat hak yang sama. Bukan hanya anak asli Papua, tapi juga anak Indonesia yang ada di Papua,” katanya.
Yanni pun menilai Undang-Undang Perlindungan Anak masih lemah untuk melindungi anak-anak dari para pelaku kejahatan. “Hukuman perlindungan anak dan perempuan hanya mengadopsi pada Undang-Undang Perlindungan Anak. Namun secara spesifik untuk menghukum para pelaku maupun perlindungan terhadap anak belum ada,” ujarnya.
Dengan ada Perdasus ini, Yanni berharap perlindungan terhadap anak asli Papua semakin kuat, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan fisik maupun seksual oleh oang dewasa yang dapat merusakan mental dan masa depan anak tersebut.
Mengenai perempuan, Yanni berpandangan perlu mendapatkan tempat yang layak. Namun, sambungnya, kaum perempuan jangan dimanjakan dalam posisi untuk memberikan prioritas bagi perempuan.
“Nah ini semuanya akan menjadi diskusi yang menarik kita untuk lakukan temu kaji dengan pakar-pakar. Saya akan mengundang dan saya akan menyurat kepada Menteri Perempuan dan anak untuk bisa menghadiri didalam kajian itu dan kita dorong perdasus terhadap anak asli Papua,” katanya. (Syaiful)

Dibaca 550 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX