Semangat Sumpah Pemuda di Papua Tak Boleh Luntur | Pasific Pos.com

| 15 December, 2019 |

Semangat Sumpah Pemuda di Papua Tak Boleh Luntur

Headline Penulis  Kamis, 29 Oktober 2015 00:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Tokoh Agama Papua, Pendeta Alexander Mauri
Tokoh Agama Papua, Pendeta Alexander Mauri.

 

Jayapura,- Peringatan Sumpah Pemuda di Papua memiliki makna penting bagi Pemuda Papua. Apalagi pemuda merupakan ujung tombak dalam proses pembangunan kedepan yang lebih baik, maka tentu saja semangat Sumpah Pemuda tak boleh luntur di Papua.

Seorang Tokoh Agama Papua, Pendeta Alexander Mauri yang juga Sekretaris Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayawijaya menghimbau kepada seluruh Pemuda agar di Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 87 ini, menjadi momentum kebangkitan para pemuda untuk menjaga semangat Sumpah Pemuda.
“Sumpah Pemuda di peringati setiap tahun biar semangat Sumpah Pemuda tetap kita jaga, sehingga itu akan mempersatukan kita, khususnya pemuda-pemuda dari Sabang sampai Merauke dalam bingkai NKRI,” terangnya Rabu ( 28/10).
Mauri berpandangan moment Hari Sumpah Pemuda ke 87 di Papua sangat relevan dengan HUT ke 59 GKI di Tanah Papua yang dirayakan oleh Umat Kristiani di Papua, dengan mengusung tema “Dipersatukan Dalam Kasih”
Menurutnya, selain dipersatukan dalam bahasa, budaya, dan suku yang tersebar di wilayah NKRI, juga sebagai orang beriman yang dipersatukan didalam kasih. “Jadi moment Sumpah Pemuda kali ini memang memiliki makna yang melekat,” katanya.
Melihat potret pemuda dewasa ini yang diterpa badai globalisasi dan cenderung terlibat dalam politik praktis dan lebih mengutamakan kepentingan pragmatis, Mauri pun berpendapat, pemerintah harus mampu mengantisipasi perkembangan pemuda melalui program maupun kegiatan yang melibatkan para pemuda di Papua.
Salah satunya, lanjut Mauri, dengan menggulirkan dana Otonomi Khusus untuk kegiatan pemuda di Papua, sehingga dapat dirasakan manfaatnya “Kuncinya kembali ke pemerintah. Kemudian, pemerintah harus libatkan Pemuda, salah satunya melalui tokoh agama untuk melakukan pendekatan kepada pemuda. Namun, Otsus juga harus digulirkan ke masyarakat, jangan cuma kalangan elit saja,” tukasnya.
Tak hanya itu, menurut Mauri, Pemerintah tidak boleh lengah. Sebab, arus komunikasi, teknoligi, dan informasi tak dapat dibendung dalam era globalisasi. “Pemerintah harus buat kegiatan dan program yang lebih banyak melibatkan pemuda. Jangan hanya dikemas dalam upacara saja, sekarang ini kan ada program bela negara, nah itu harus diwujudkan, libatkan pemuda dari semua unsure,” tandasnya. (Syaiful)

Dibaca 1129 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.