14 Korban Pesawat Trigana Dikubur Masal | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

14 Korban Pesawat Trigana Dikubur Masal

Headline Penulis  Rabu, 28 Oktober 2015 00:49 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
prosesi pemakaman korban trigana air
Tampak Prosesi Pemakaman 14 Korban Trigana Air dalam Satu Liang Kubur di TPU Sereh Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (27/10).

 

JAYAPURA,- Jenazah 14 korban pesawat Trigana Air ATR 42 yang jatuh di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang akhirnya dimakamkan secara masal. Seluruh korban ini dikubur satu liang di Tempat Pemakaman Umum Kampung Sereh Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (27/10).

14 korban dimakamkan masal lantaran tak bisa diidentifikasi melalui DNA oleh Tim DVI Mabes Polri di Jakarta. Dua dari 14 korban Trigana Air ini merupakan anak-anak.
Mereka yakni, Yulita Kalakmabin, Manuela Uropmabin (anak), Markus Kalakmabin, Yosia Mote, La Ode Musran, Yana Vopka, Supriani, Yan Wabdaron, Musfia, Timeus Dubur, Armaita, Theo Stiben Kalakmabin, Alindam Yawan dan Metodius DK Karubaba.
Areal Manejer Trigana Air Wilayah Papua, Bustomi Eka Prayitno menyampaikan turut berduka cita atas kecelakan salah satu Pesawat Trigana Air pada 16 Agustus lalu. Ia pun menyampaikan terimakasih atas bantuan aparat TNI/Polri maupun masyarakat yang turut serta membantu dalam evakuasi maupun identivikasi.
“Dalam proses identifikasi sampai pada hari ini, 14 korban ini dinyatakan tidak bisa teridentifikasi, sehingga atas persetujuan pihak keluarga, para korban dimakamkan di TPU Sereh Pos 7 Sentani Jayapura,” ucapnya.
Sebelumnya, Tim DVI Polda Papua telah menyerahkan jenazah 14 korban Trigana Air yang tidak bisa terindentifikasi. Penyerahan jenazah ini dilakukan oleh Karo Rena Polda Papua, Kombes (Pol) R. Lucky dan Kabid Dokkes, Kombes (Pol) Dr. Ramon Aninam.
Ramon Aninam pun menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa mengidentifikasi korban. Hal ini dikarenakan kondisi korban dan hasil DNA sudah tidak dapat diidentifikasi.“ 14 Jenazah dikubur sesuai nomer kantong dan batu nisan sesuai nama yang akan kami sebutkan,” jelasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua Kombes Pol Patrige di Kota Jayapura, mengemukan pemakaman masal ini dikarenakan jenasah ke 14 korban tersebut sama sekali tidak bisa terindentifikasi.
Menurut dia, pada Kamis pekan lalu, bertempat di Mapolda Papua, ia bersama perwakilan pimpinan Trigana Air dan tokoh-tokoh agama dipanggil guna membahas tentang 14 korban yang belum teridientifikasi, yang masih berada di RS Bhayangkara.
"Pada pertemuan itu, kami mendapat penjalasan bahwa 14 korban Trigana Air yang jatuh pada pertengahan Agustus lalu di sekitar Bukit Oksob, Pegunungan Bintang agak sulit diidentifikasi," katanya. (Syaiful/Angel)

Dibaca 1172 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.