Hercules Angkut Penumpang Sipil di Papua | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Hercules Angkut Penumpang Sipil di Papua

Headline Penulis  Senin, 26 Oktober 2015 13:42 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ilustrasi.

 

Harga tiket antara 1,5 hingga 2 juta rupiah

Jayapura, Kabut asap yang menutupi kabupaten Mimika kurang lebih satu minggu terakhir menyebabkan pesawat udara susah untuk mendarat di bandara Moses Kilangin Timika.

Kesulitan akan transportasi udara ini membuat banyak penumpang yang akan keluar maupun masuk ke Timika terhambat.

Melihat kesulitan transportasi ini , TNI AU dalam hal ini pangkalan udara di Jayapura menyediakan bantuan berupa dua pesawt hercules yang disiagakan.
Untuk tahap pertama, kemarin pesawat hercules digunakan untuk mengakut 100 orang prajurit dari Timika ke Merauke. "Benar kemrin 100 orang prajurit dari Timika diberangkatkan ke Merauke guna memperkuat satuan tugas (satgas) yang sedang melakukan pemadaman kebakaran hutan," ujar Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian melalui telephon sellulernya.
Selain mengangkut prajurit , hercules juga digunakan untuk mengangkut masyarakat sipil. "Sebab hanya hercules yang bisa mendarat dengan jarak pangdang 200 meter," ujar Pangdam.
Sementara itu diperleh info bahwa biaya yang dikenakan untuk mengangkut penumpang sipil dengan route Timika ke Jayapura sebesar satu setengah juta rupiah. "Saya hari ini banyar 1,5 juta dari Timika ke Jayapura. Kalo kemarin malah kena dua juta mbak," ujar KR karyawan Bank Papua.
Lebih lanjut KR menceritakan kekesalannya karena selain harga tiket yang mahal, dia bersama puluhan penumpang lainnya sempat terlunta lunta beberapa jam di bandara Wamena. "Saya dan sekitar 80 sampe 100 penumpang lainnya berjam jam terlunta lunta di Wamena. Mana so bayar mahal," ujarnya dengan nada kesal.
Dari informasi yang didapat, harga ini hampir dua kali lipat dari harga penerbangan komersial. "Kalo naik Garuda kita biasa bayar 700 sampe dengan 850 ribu. Ini so dua kali lipat," ujar penumpang lain yang tak mau menyebutkan namanya.
Sementara itu kepala penerangan Lanud jayapura yang dikonfirmasi melalui pesan pendek menjawab "belum monitor, silahkan ditanyakan pada bagian operasi di Timika". (Angelbertha)

Dibaca 745 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.