Imigrasi Jayapura Gelar Operasi Warga Asing | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Imigrasi Jayapura Gelar Operasi Warga Asing

Headline Penulis  Jumat, 23 Oktober 2015 12:32 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Pemeriksaan Pasport Pekerja Asing di Kantor MAF, Kamis (22/10).

 

Jayapuran, - Kantor Imigrasi Jayapura, Kamis (22/10) menggelar operasi pengawasan bagi warga asing di empat titik diwilayah Kota dan Kabupaten Jayapura. Dalam operasi ini Imigrasi Jayapura masih menemukan adanya penggunaan VISA yang tidak tepat.

Berdasarkan pantauan media ini, operasi ini dipimpin oleh Kepala Kantor Imigrasi Jayapura, Gardu Tampubolon bersama Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan, Rahmat Arya dan Kepala Seksi Status Keimigrasian Indarto.
Operasi yang diikuti sejumlah awak media itu diawali di Pondek Pesantren Serambi Madinah di kawasan Entrop. Dilokasi tersebut
Imigrasi menemukan 16 santri asal Papua Nugini yang menimba ilmu di pesanteren.
Sedangkan di PLTU Holtekamp, Imigrasi Jayapura menemukan seorang warga negara RRC atas nama Shimin. Untuk lokasi ketiga di Perusahaan Penerbangan milik misionaris MAF, Imigrasi menemukan 112 warga asing, 25 diantaranya merupakan pekerja MAF.  Sementara di Perusahaan Penerbangan milik Misionaris AMA, Imigrasi menemukan sekitar 25 warga asing, 9 diantaranya merupakan Pilot AMA.
Kepala Kantor Imigrasi Jayapura Gardu Tampubolon mengatakan, pengawasan orang asing diwilayah kerja Kantor Imigrasi Jayapura sesuai dengan perintah Dirjen Imigrasi. Menurutnya, operasi pengawasan ini dilakukannya bukan untuk mencari-cari keselahan, melainkan untuk memperbaiki kekeliruan dalam penerapan VISA.
Operasi ini menyasar empat lokasi yang disinyalir ditinggal warga negara asing.  Ke-empat lokasi itu yakni, Pondok Pesantren Serambi Madinah di Kelurahan Entrop dan PLTU Holtekamp, Kota Jayapura. Kemdua dua Perusahaan Penerbangan Mission Aviation Fellowship (MAF) dan Associated Mision Aviation AMA di Sentani, Kabupaten Jayapura.
Dari hasil operasi ini, Gardu mengakui masih menemukan penggunaan VISA kunjungan yang tak sesuai dengan peruntukannya. Misalnya, di Pondok Pesantrens Serambi Madinah, 16 santri asal Papua Nugini menggunakan VISA kunjungan untuk menimba ilmu.
“Seharusnya VISA 211 (kunjungan) tidak boleh digunakan oleh santri, karena harus gunakan VISA pelajar,” katanya.
Selain itu, sambung Gardu, pihaknya menemukan seorang warga asing yang memiliki status sebagai Mekanik di Perusahaan MAF menggunakan VISA kunjungan. Namun, pihak MAF mengklaim mekanik tersebut belum aktif sebagai mekanik, karena hanya memiliki VISA kunjungan. “Pihak MAF melalui Mike selaku Kepala MAF menyatakan belum mengijinkan salah satu pekerjanya yang masih bermasalahan dengan VISA. Tapi kami pun tidak tahu, apakah warga asing ini melakukan pekerjaannya atau tidak. Toh kami tidak bisa mengawasi setiap hari,” ujarnya.
Terkait dengan masalah VISA kunjungan salah satu pekerja MAF, Gardu mewajibkan pihak MAF untuk melaporkan pekerjaannya secara berkala ke Kantor Imigrasi Jayapura untuk memperbaruhi data pekerja asingnya.
Untuk pengawasan di PLTU Holtekamp, Kantor Imigrasi Jayapura mendapati seorang pekerja asal RRC (Cina) atas nama Shimin. Dari hasil pemeriksaan dokumen Pasport maupun VISA, pihaknya tak mendapati pelanggaran oleh WNA tersebut.
Demikian juga dalam pengawasan di Kantor Perusahaan AMA, sambung Gardu, pihaknya tak menemukan pekerja asing melanggar penggunaan VISA.
“ di PLTU dokumennya lengkap, artinya tidak ada masalah. Namun yang ada adalah masalah pada pengerjaan proyek PLTU, seperti penyampaian Senior Project Managager,” ungkapnya.
Gardu pun mengingatkan kepada pihak perusahaan maupun pihak lainnya yang memperkerjakan warga asing agar melengkapi pekerjanya dengan dokumen sah. Sebab, Kantor Imigrasi Jayapura tak segan-segan akan menindak warga asing yang melanggar VISA dengan dikenakan pasal 122 UU Keimigrasian Nomor 6 Tahun 2011.
“Dalam pasal ini sanksinya cukup berat, yakni denda Rp 500 juta, namun tetap prosesnya akan dilakukan sesuai prosedur hukum di Indonesia melalui pengadilan,” tegas Gardu usai memimpin Operasi sesuai Thema Dirjen Keimigrasian “Dalam Rangka Penegakan Hukum Keimigrasian”. (Syaiful)

Dibaca 658 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.