Generasi Muda Papua Perlu Diselamatkan dari Politik Praktis | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Generasi Muda Papua Perlu Diselamatkan dari Politik Praktis

Headline Penulis  Senin, 19 Oktober 2015 09:56 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Tokoh Pemuda Yonas Nussy yang Aktif Sebagai Sekjen Barisan Merah Putih Ketika Ditemui Dikediamannya, Sabtu (17/10).

 

Jayapura,-  Tokoh Pemuda Papua, Yonas Nussy merasa prihatin terhadap potret Generasi Muda di Papua, yang telah salah arah terlibat dalam politik praktis dan berbagai tindakan criminal. Ia pun menilai Pemuda Papua patut diselamatkan.

“Kini banyak generasi pemuda yang terkontaminasi dengan politik praktis, mereka kerap melakukan pergerakan jalanan, melakukan demonstarsi, potret ini membuat kita prihatin. Kita harus bangkit melihat generasi muda ini, agar tak salah arah dalam membangun Papua kedepan,” kata Nussy saat ditemui dikediamannya, Sabtu (17/10) lalu.
Menurut Nussy, langkah Pemuda Papua tersebut telah mencederai perjuangan besar dari para Tokoh Pemuda, dan mencederai karakter seorang pemuda yang bertanggung jawab, berwibawa, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.
Apalagi dalam perjalanan panjang ini, Pemuda Papua memiliki kontribusi yang sangat jelas bagi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, para pemuda Papua tidak boleh lagi terkontaminasi dengan berbagai pergerakan politik praktis, Generasi muda harus diselamatkan.
“Kontribusi pemuda Papua itu jelas, sebelum Bung Karno (Presiden RI Pertama,red) memproklamasikan kemerdekaan, pemuda Papua saat itu berhasil mengeluarkan bung Karno dari Boven Digoel dan menuju ke Jayapura. Kemudia Bung Karno disembunyikan ke dalam pesawat bermuatan sayur dair Jayapura menuju Serui, Biak,” tuturnya.  
Perjalanan panjan  Ir.Soekarno, sambungnya, telah melahirkan Kongres Pertama dengan masyarakat Papua.  Beberapa item penting didalam Sumpah Pemuda Papua, adalah Sumpah Sakti yang menyatakan Pemuda Papua adalah Pemuda Indonesia.
“Mereka mengkokohkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Hasil Kongres pertama ada sama saya dan diturunkan oleh Eli Ezer Yan Bonai selaku Gubennur pertama yang diangkat oleh Soekarno, kemudian lewat perjuangan panjang berdirilah Uncen oleh seorang Tokoh bernama Frits Kirihio,” beber pria yang kini aktif sebagai Sekjen Barisan Merah Putih.
Ia memberikan contoh yang patut ditiru oleh pemuda Papua, yakni dua event keagamaan yang digelar di Maluku yang seluruh kepanitaannya didominasi oleh para pemuda. Mereka mampu menyambungkan komunikasi di masyarakat, sehinga ada kebersamaan antara umat bergama dalam pelaksanaan event itu.
Yonas Nussy pun menyebutkan beberapa sosok inspiratif pemuda Indonesia yang patut diteladani oleh pemuda masa kini, yakni Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Gubernur Papua Lukas Enembe serta Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw.  “Mereka – mereka ini adalah contoh tokoh pemuda yang harus menjadi motivasi para pemuda Papua,” ujarnya.
Mengenai aksi – aksi jalanan yang dilakukan sekelompok pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat, Yonas Nussy menilai suatu hal wajar, karena Indonesia merupakan Negara Demokrasi. Namun, perlu digaris bawahi tentang aspirasi yang dibawa oleh KNPB.
“Dorang sebenarnya mau sampaikan apa, kalau memang sebuah organisasi ya harus jelas ada ADRT-nya, kemudian tercatat di Kesbang. Tapi saya lebih cenderung tentang aspirasi mereka yang harus dicek, sebagai organisasi pemuda harus teregistrasi dengan benar,” ujarnya.
Yonas Nussy pun berandai – andai apabila menjadi seorang gubernur, ia akan mendirikan para-para untuk menampung dan mendiskusikan asiprasi para pemuda di Papua. Sehingga, lanjutnya, tak akan ada lagi pemuda yang turun ke jalan melakukan demonstrasi.
“Indonesia adalah negara yang paling transparan, tidak ada negara lain seperti Indonesia. Kebijakan yang dikeluarkan untuk Papua oleh Pemerintah Pusat sangat banyak. Kalau saya jadi gubernur, saya pastikan tidak akan lagi orang demo-demo,” tutupnya. (Syaiful)

Dibaca 787 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX