Kapolda Bidik Pemuda Kampung di Puncak Jaya Jadi Polisi | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Kapolda Bidik Pemuda Kampung di Puncak Jaya Jadi Polisi

Headline Penulis  Kamis, 15 Oktober 2015 04:58 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw Didampingi Kapolres Puncak Jaya, AKBP Marselis.

 

Jayapura,- Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw tengah membidik putra-putri asli Kabupaten Puncak Jaya untuk direkrut menjadi bagian dari Institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Fakta ini, menyusul adanya intruksi khusus kepada Kapolres Puncak Jaya, AKBP Marselis ketika melakukan kunjungan kerja di Mapolres Puncak Jaya usai menghadiri acara syukuran Kabupaten Puncak Jaya ke 18 tahun, Selasa (13/10) lalu.

Dalam intruksi itu, Waterpauw mengingatkan Kapolres agar mencari dan menyiapkan pemuda baik pria maupun wanita asli Puncak Jaya untuk menjadi polisi.
“Saya instruksikan kepada Kapolres dan Kabag Sumda agar segera masuk ke sekokah-sekolah (SMU), cari putra-putri Puncak Jaya yang terbaik dan siapkan mereka untuk menjadi calon anggota polri dalam komposisi penerimaan 2016 mendatang,” tegas Waterpauw dalam arahannya.
Waterpauw pun mengutamakan pemuda dari kampung-kampung yang terletak digaris perbatasan yang akan direkrut menjadi anggota Polri. Sebab, kata dia, intruksi itu sebagaimana kebijakan pimpinan Polri di Jakarta.
“Harus ada beberapa anak Puncak Jaya yang lulus seleksi dan diterima menjadi anggota polri, dan diutamakan anak anak dari kampung kampong yang terletak di wilayah garis batas perbatasan. Oleh karena itu, Kapolres diingatkan untuk seriusi kebijakan ini,”tekan Waterpauw. Dihadapan kurang lebih 120 personel Polres Punck Jaya maupun Satgas Brimobda Papua, Waterpauw mengapresiasi atas keberhasilan Polres Puncak jaya dalam mengelola dan membina situasi kamtibmas sehingga tetap kondusif.
Waterpauw pun mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat, baik dalam situasi biasa maupun saat demonstrtasi. Hal ini dimaksudka agar masyarakat tak menjadi korban salah tembak senjata anggota polri yang melaksanakan pengamanan unjukrasa maupun kegiatan masyarakat lainnya. (Syaiful)

Dibaca 1976 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.