Kasus Mutilasi di Vuria Dilatarbelakangi Pencurian Pinang | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Kasus Mutilasi di Vuria Dilatarbelakangi Pencurian Pinang

Headline Penulis  Rabu, 07 Oktober 2015 06:09 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Kasus Mutilasi di Vuria Dilatarbelakangi Pencurian Pinang
Lokasi Kasus Mutilasi di Vuria.

 

Jayapura,- Penyidik Satuan Reskrim Polres Jayapura Kota akhirnya menguak motif pembunuhan sadis terhadap Carolus Kopong Belawa (59) di Belakang Kampus Stie Otto Giesler Vuria Kotaraja, Distrik Abepura, pada 2 Oktober lalu.
Dari hasil penyelidikan terungkap fakta pembunuhan itu dilatarbelakangi pencurian pinang dari pohon milik korban. “Motifnya karena pelaku kepergok oleh korban, ketika mencuri buah pinang dari pohon disekitar rumah korban,” terang Kapolres Jayapura Kota, AKBP Jermias Rontini melalui Paur Humas, Iptu Jahja Rumra, Selasa (6/10).
Berdasarkan penuturan pelaku, jelas Jahja, ketiganya memang telah berniat sebelumnya untuk mencuri buah pinang disamping rumah korban. Ketika itu, satu pelaku berperan sebagai orang yang memanjat pohon, sedangkan dua lainnya berjaga dibawah pohon.
Sialnya, aksi ketiganya dipergoki oleh korban disusul teriakan korban. Para pelaku, lanjut Jahja, juga mengakui telah menggulung jasad korban dengan menggunakan kasur yang selanjutnya dibakar, hingga menyebabkan rumah terbakar.
“Korban sempat berteriak pencuri, sehingga satu pelaku yang berjaga dibawah pohon langsung mengayunkan parang kearah leher korban disusul tikaman oleh pelaku lainnya. Setelah jatuh, kroabn digulung kasur dan dibakar,” bebernya.
Dalam kasus ini, Jahja menegaskan telah menemukan barang bukti buah pinang yang dibuang oleh para pelaku usai membunuh korban. Penyidik juga menyita sebilah parang dan sangkut yang digunakan untuk membunuh korban. “Barang bukti sudah di tangan penyidik, baik itu parang, sangkur maupun buah pinang yang dicuri oleh pelaku YM, IH dan GW,” katanya.
Jahja menambahkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dua saksi tambahan untuk melengkapi berkas perkara kasus pembunuhan tersebut. Selain itu, penyidik juga masih melakukan pencarian terhadap pisau dapur yang disinyalir digunakan pelaku untuk menikam korban.
“Ada tambahan pemeriksaan dua orang saksi lagi untuk rampungkan berkas, kalau pemeriksaan ketiga pelaku sudah selesai. Ketiganya dikenai pasal berlapis, yakni pasal 338 KUHP, pasal 339 KUHP dan pasal 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun,” imbuhunya. (Syaiful)

Dibaca 1560 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.