Kapolda : Paskhas Tak Sengaja Tembak Dua Polisi | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Kapolda : Paskhas Tak Sengaja Tembak Dua Polisi

Headline Penulis  Senin, 05 Oktober 2015 03:13 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
anggota polisi korban penembakan paskhas
Kapolda Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw Didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Hinsa Siburian dan Danlanud Jayapura, Kolonel Penerbangan Purwoko Aji Prabowo Menjenguk Korban Penembakan di Rumah Sakit Bhayangkara, Jum’at (2/10).

 

Jayapura,- Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw menilai tak ada unsure kesengajaan dalam insiden tertembaknya dua anggota Polsek KP3 Udara Sentani oleh prajurit Pasukan Khusus TNI Angkatan Udara di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Jum’at (2/10) dinihari.
“Jadi kejadian ini tak ada kesengajaan atau tak ada maksud lain. Kami sudah koordinasi ditingkat pimpinan agar segera bersinergi, kan dilihat dalam upaya memintai keterangan dari Polres,” kata Kapolda Waterpauw dalam keterangan persnya di Mapolda Papua, belum lama ini.
Menurut Kapolda, kejadian di area Bandara Sentani merupakan sebuah rangkaian kejadian yang cepat, karena berlangsung bersamaan anggota Polri dengan Lanud di lapangan ketika mengatasi penyerangan dari masyarakat. Hal ini, juga dinilai sudah sesuai prosuder Tetap (Protap).
“Baik anggota Polri dan anggota Paskhas, mereka sama-sama spontan ketika mendapat pengaduan dari security. Memang, itu kondisi malam dan saya pikir ini sudah sesuai ketentuan atau Protap, yang artinya mulai dari awal membatasi agar masayarakat tak masuk ke area bandara,” ujarnya.
Kapolda menambahkan bahwa saat ini pihak Polres Jayapura tengah memintai keterangan masyarakat yang diduga melakukan pengrusakan. Sedangkan kondisi kedua korban anggota Polri, sambungnya, kini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara dengan kondisi stabil.
“Sudah ada kelompok masyarakat yang melakukan pengrusakan diamankan Polres Jayapura untuk dimintai, apakah ada masalah pribadi dengan pihak- pihak di situ, ataukah karena hanya pengarus Miras,” tandas
dia.
Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Jayapura, Kolonel Penerbangan Purwoko Aji Prabowo dalam keterangan persnya membantah apabila anggota Paskhas mengeluarkan tembakan sembarangan, sebagaimana informasi yang berkembang.
“Saya rasa tidak seperti itu kondisinya. Anggota Paskhas yang jaga ketika itu hanya dua orang, kemudian dia tak mampu menghadapi kurang lebih 15-20 orang massa dan memanggil rekannya menghalau massa,” terang Purwoko di Mapolda Papua, Jum’at (2//10).
Menurut Purwoko, saat kejadian anggota Paskhas berada di posisinya di dalam bandara atau diwilayah ring satu, bukan dari luar bandara. “Rekan kepolisian dari luar bandara, anggota kami dari dalam bandara dari ring satu, bukan dari luar. Kebetulan rekan polisi yang justru dari luar dan kondisi gelap tak terkendali. Kondisinya chaos. Untuk detailnya masih dalam proses, apa yang harus dievaluasi berikutnya,” katanya.
Purwoko pun mengungkapkan bahwa dari keterangan yang diperolahnya, anggota Paskhas berusaha menghalau sejumlah orang yang mengkonsumsi miras di sekitar bandara itu berusaha masuk ke lokasi. Kurang lebih 20 menit kemudian, masyarakat dimaksud kembali membawa kurang lebih 15 - 20 orang rekannya, beberapa diantaranya membawa senjata tajam dan panah.
“Mereka melempar batu serta melakukan pengrusakan, intinya sudah tak terkendali, sehinga dihalau keluar oleh anggota yang ada di sana. Kebetulan pada waktu bersamaan mungkin ada rekan dari kepolisian akan menenangkan situasi dan dua orang anggota polisi, kemungkinan terkena rekoset dari peluru yang ditembakkan,” ujar dia.
Sebelumnya, Dua anggota Polri dari Kasatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan Bandar Udara Sentani tertembak prajurit Pasukan Khusus TNI Angkatan Udara di Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Jum’at (2/10) dinihari sekitar pukul 02.20 WIT.
Akibat insiden penembakan itu, dua anggota Polri dilarikan ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Kotaraja. Mereka yakni, Briptu Wahidin, mengalami luka tembak di bagian pantat dan luka robek di kepala bagian belakang dan Briptu Riqzan, tertembak di bagian paha sebelah kiri.
Berdasarkan data yang diperoleh Pasific post, insiden penembakan itu bermula adanya sekelompok orang mabuk-mabukan di sekitar area bandara, Jum’at (2/10) pukul 01.30 WIT. Security Bandara kemudian melaporkan ke personil Paskhas yang berjaga di bandara.
Dari informasi itu, anggota Paskhas berusaha meminta sekelompok orang dimaksud keluar dari bandara. Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 02.00 WIT, sekelompok warga yang diusir kembali ke area bandara bersama kurang lebih 30 rekannya.
Mereka kemudian melempari dan menyerang ke arah anggota Paskhas dengan senjata tajam serta panah. Tak hanya itu, mereka juga merusak Asrama Maskapai Trigana Air yang ada di sekitar lokasi dan disikapi dengan dengan tembakan peringatan ke udara oleh anggota Paskhas. Namun, mereka malah beringas dan hendak menyerang anggota Paskhas dengan senjata tajam, sehingga terpaksa dilakukan tembakan terarah. Baru diketahui belakang, orang yang tertembak adalah anggota Polsek KP3 Bandara Sentani. Kedua anggota itu pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Dalam peristiwa itu, seorang masyarakat berinisial IK (28 tahun) warga Kampung Yabaso Sentani, Kabupaten Jayapura berhasil diamankan aparat Polres Jayapura, atas dugaan pengrusakan. Aparat mengamankan barang bukti mobil Avanza warna putih DS 1691 JN, milik Maskapai Trigana Air dengan bekas tembakan pada bagian belakang, serta 17 butir selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter. (Syaiful)

Dibaca 3110 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX