Diduga Terlibat Sindikat Penjualan Mobil Rental, Oknum Brimob Dilaporkan | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Diduga Terlibat Sindikat Penjualan Mobil Rental, Oknum Brimob Dilaporkan

Headline Penulis  Selasa, 29 September 2015 22:25 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ilustrasi.

 

Maria Duwitau : Kapolda dan Pangdam  Harus Ambil Sikap Terhadap Anggotanya Yang Nakal

Jayapura  :  Oknum anggota Brimob  diduga terlibat sindikat penjualan mobil rental. Salah satu pemilik mobil rental yang jadi korban yang juga sebagai Anggota DPR Papua, Maria Duwitau mengatakan, ketika itu seorang oknum pengusaha berinisial (WK) menyewa mobil miliknya selama 10 hari. Namun ketika batas waktu yang ditentukan, mobil itu tak kembali. Ia kemudian melaporkan kasus itu ke polisi.
"Selain melapor ke polisi, saya juga mencari sendiri mobil saya. Setelah berapa lama, dia ditahan di Polsek Abepura, saya lalu ke Polsek dan menanyakan ke WK keberadaan mobil saya. Dia mengaku mobil itu diserahkan ke seorang oknum anggota Brimob berinisial EF. Dari EF mobil saya dijual ke oknum anggota polisi Keerom berinisial I seharga  50 juta," kata Maria Duwitau kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/9) kemarin.
Menurutnya, setelah mendapat informasi dari WK, ia kemudian mencari mobil miliknya ke rumah oknum polisi I, yang disebut WK membeli mobilmiliknya, dan menemukan mobil tersebut di rumah I, di Kabupaten Jayapura.
"Jadi mobil saya dibawa selama 29 hari dan sudah dijual ke oknum polisi. WK sudah ditahan polisi. Saya dapat informasi dia sudah dibawa ke Polda. Tapi oknum Brimob dan polisi yang membeli mobil saya itu, belum diamankan. Saya belum lapor ke Polda karena sampai sekarang saya belum bisa bertemu Kapolda. Saya tak mau lapor ke Propam karena saya tak yakin. Saya ingin lapor langsung ke Kapolda, “ tandas Maria.
Ketua Badan Kehormatan (BK)  DPR Papua itu menyatakan,  tak hanya ia yang jadi korban. Namun ada 30 mobil rental lain yang kabarnya dijual oknum  tersebut. Ia juga menilai, oknum polisi yang membeli mobil miliknya tetap harus diminta keterangan.
"Oknum brimob itu jualnya ke kalangan aparat keamanan. Kalau  oknum polisi I tak salah. Itu juga dipertanyakan. Apapun alasannya dia kan polisi, dia harusnya tahu kalau mobil itu tak ada surat-surat lengkap. Kenapa dia mau beli. Sindikat ini harus dibongkar. Kapolda dan Pangdam harus mengambil sikap terhadap anggotanya yang nakal. Kalau mau berbisnis lebih baik tak jadi aparat kemanan lagi agar bebasberbisnis," cetus Maria. (Tiara)

Dibaca 584 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX