Kasus Bintuni, Pangdam Janji Tak Tutupi Penyidikan TNI | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Kasus Bintuni, Pangdam Janji Tak Tutupi Penyidikan TNI

Headline Penulis  Rabu, 23 September 2015 04:57 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Hinsa Siburian.

 

Jayapura,- Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Hinsa Siburian berjanji tidak akan menutupi hasil penyelidikan terhadap Prada SJ, anggota Yonif 752/Vira Yuda Sakti, Sorong yang diduga sebagai pelaku pembunuhan sadis di Bintuni, Papua Barat
“Hasilnya nanti akan kami umumkan kalau sudah ada. Masih terduga. Yang membuktikan dia salah atau tidak kan pengadilan. Tapi karena indikasi mengarah ke dia, makanya kami tahan kemudian disidik,” kata Pangdam Siburian usai mengikuti Lomba Menembak di Lantamal  X Jayapura, Selasa (22/9).
Menurut Pangdam,  penyidikan TNI dilakukan, karena ada indikasi awal kuat yang mengarah Prada SJ. Hanya saja, untuk mengungkap kasus ini membutuhkan waktu dan kerjasama baik dengan polisi.“Ini hasil bersama sebenarnya. Kebetulan oknum anggota, ya sudah. Namanya kami taat asas dan hukum, kami proses. Kini yang bersangkutan sudah ditahan di Den POM Jayapura,” terang Siburian.
Dalam pernyataan sebelumnya, Pangdam Siburian menyatakan prihatin atas kejadian ini. Pangdam pun menegaskan bahwa Prada SJ terancam dipecat sebagai angota TNI dalam kasus ini.  Bahkan, Prada SJ bisa dikenai pasal berlapis. “Militer hukumannya lebih berat, baik hukum militer dan pidana umum,” katanya, Mengenai motif sendiri, Pangdam menduga Prada SJ dalam keadaan pengaruh minuman keras. Sebab, menurut informasi, sebelum melakukan aksinya, Prada SJ sempat pesta miras dengan 5 orang warga sipil.
“Ketika terbukti kasus ini melibatkan oknum TNI, maka pihaknya akan memproses sesuai dengan ketentuan Hukum dan perundang-undangan yang berlaku dan akan menghukum dengan hukuman berat. Penyelidikan terus berkembang dan kita akan lihat kelanjutannya dan ada kemungkinan keterlibatan orang sipil,"duganya. (Syaiful)

Dibaca 1367 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.