Dua Korban Penyanderaan Sebut Pelaku Berjumlah 16 Orang | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Dua Korban Penyanderaan Sebut Pelaku Berjumlah 16 Orang

Headline Penulis  Sabtu, 19 September 2015 21:12 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Kapolda Papua dan Gubernur Papua
Kapolda Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw dan Gubernur Papua, Lukas Enembe Ketika Menjenguk Dua Warga Indonesia Korban Penyanderaan di Papua Nugini, Sabtu (19/9).

 

Jayapura,- Pelaku penyanderaan dua warga Indonesia di Kampung Skowtiau, Papua Nugini diperkirakan berjumlah 16 orang. Perkiraan ini sebagaimana pengakuan kedua korban penyanderaan Badar (28) dan Sudirman (30) kepada Gubernur Lukas Enembe dan Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw di Rumah Sakit Bhayangkara, Sabtu (19/9).
Sebagaimana pengakuan Sudirman, dari 16 enam pelaku, enam diantaranya memiliki senjata, sedangkan  10 anggota kelompok lainnya hanya memegang parang dan panah. Dia pun sempat terkejut, karena para pelaku fasih berbahasa Indonesia.
“Selama penyanderaan, mereka memaksa kami untuk mengakui Papua sebagai negara yang berdaulat. Mereka selalu mengintimidasi kami agar tidak menggunakan bahasa daerah,” kata pria asal Buton, Sulawesi Tenggara ini.
Sudirman pun menyebutkan bahwa dirinya kali pertama ditangkap oleh tujuh pelaku di Desa Skopro, Kabupaten Keerom pada 9 September pukul 09.00 WIT. Dari tujuh orang tersebut, empat diantaranya membawa senjata api.
“Awalnya tujuh orang yang menangkap saya, empat diantaranya orang membawa senjata api. Saya yang pertama ditangkap. Kemudian mereka melihat Badar, dia pun ikut ditangkap,” kata Sudirman ketika dijengkut Kapolda dan Gubernur Lukas Enembe.
Sedangkan Badar, korban penyanderaan lainnya mengaku mendapatkan sejumlah tindakan kekerasan pada beberapa hari awal penyanderaan.
“Sejumlah pelaku memukul perut kami dengan senjata. Selain itu, seluruh pakaian kami dilucuti,” tutur Badar.
Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menyatakan akan segera menindaklanjutinya informasi kedua korban, setelah kondisi keduanya membaik. “Kami akan mengambil informasi secara mendalam setelah kedua telah selesai menjalani perawatan medis,” kata Waterpauw.
Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan terima kasih kepada Pemerintah PNG dan aparat TNI Polri yang telah berhasil membantu proses pembebasan kedua sandera. Ia pun berharap kejadian ini tak terulang kembali. (Syaiful)

Dibaca 935 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.