Jefri Pagawak Janji Bantu Polisi Bebaskan 2 WNI | Pasific Pos.com

| 18 September, 2019 |

Jefri Pagawak Janji Bantu Polisi Bebaskan 2 WNI

Headline Penulis  Jumat, 18 September 2015 11:35 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Jefri Pagawak Janji Bantu Polisi Bebaskan 2 WNI
Kapolda Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw Menunjukan Foto Dua WNI yang Diculik di PNG, Kamis (17/9).

 

Kapolda : Jefri Mengaku Tak Terlibat, Namun Tahu Pelakunya

Jayapura,- Jefri Pagawak, salah satu pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata yang sempat disebut-sebut sebagai pelaku penculikan dua warga Indonesia di Papua Nugini memberikan pernyataan yang mengejutkan.
Kepada Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, Jefri menyatakan tidak terlibat dalam penculikan 2 warga Indonesia di PNG. Bahkan, Jefri menyatakan akan membantu kepolisian untuk membebaskan dua warga Indonesia tersebut.
“Tadi malam ada tokoh yang selama ini disebut-sebut namanya yakni Jefri Pagawak, sudah berkomunikasi dengan saya sekitar pukul 24.00 WIT dan suara cukup jelas artinya dia berada sisi kota. Yang bersangkutan sepertinya tidak terlibat, akan tetapi akan membantu dalam waktu dua hari ini untuk menyerahkan dua warga kita,” ungkap Kapolda Waterpauw dalam keterangan persnya, Kamis (17/9).
Dalam komunikasi itu, lanjut Kapolda, Jefri Pagawak mengaku ada pihak lain yang melakukan penculikan 2 WNI. “Ia tahu siapa pelakunya, itu bahasanya. Saya pikir bagi kita yang terpenting adalah warga kita kembali dengan selamat, ” katanya.
Terkait pernyataan Jerfi Pagawak, Kapolda pun menyatakan tak akan menarik kesimpulan secepat itu. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil pengembangan yang dikerjakan oleh PNG Army.
“Kita tunggu hasil pengembangan yang dikerjakan oleh PNG Army, bisa juga ada kebenarannya, artinya, dari dugaan, pelaku mungkin bukan dia yang melakukannya, tapi mungkin mereka memiliki hubungan dan bisa saja sama sekali tidak ada hubungan,” ujarnya
Menurut Kapolda, saat ini pihaknya hanya bisa melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Konsulan Jenderal (Konjen) PNG di Jayapura, maupun Konjen RI di Vanimo untuk meminta bantuan. Hal dikarenakan penculikan terjadi di PNG.
“Saya pikir bapak Pangdam melalui Atase Pertahanan di PNG intens melakukan komunikasi untuk membantu atau mencari dan membawa kembali 2 WNI ini,” tutur Paulus.
Dalam komunikasi terakhir dengan Konjen RI di Vanimo, papar Kapolda, pihaknya mendapatkan foto 2 warga Indonesia yang diculik dan dalam kekuasan kelompok tertentu di PNG. Pihak PNG juga telah memasuki wilayah yang menjadi posisi terakhir 2 WNI, namun telah berpindah.
“Fotonya telah dikirim ke saya lewat WhatsApp, mereka sudah mencoba memasuki di sekitar areal dan dan mereka ternyata sudah bergeser dari tempat itu, tetapi hasil yang didapatkan bahwa  2 WNI memang benar didalam upaya penekanan atau kekuasaan dari sebuah kelompok yang ada di wilayah PNG,” katanya.
Polda Papua juga telah menyiapkan laporan tentang penculikan, merujuk dari laporan kehilangan keluarga korban, 11 September lalu. “Dengan adanya kebenaran foto yang diduga di wilayah itu, sehingga kami mengantisipasi dan membuat laporan penculikan sebagaimana unsure pasal  28 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,”tegasnya. (Syaiful)

Dibaca 1312 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.