Fraksi Hanura Minta MRP Dibubarkan | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

Fraksi Hanura Minta MRP Dibubarkan

Headline Penulis  Kamis, 17 September 2015 08:11 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas, S. Sos, M. Si.

 

“MRP Tidak Punya Kewenangan Urus Politik”

Jayapura :  Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas, S. Sos, M. Si mengatakan, pemilihan kepala daerah (Pilkada merupakan agenda nasional, tidak ada istilah intervensi dari pihak manapun untuk membatalkan Pilkada tersebut.
“Pilkada jalan, konsisten juga harus jalan tidak bisa dibatalkan.
Kalaupun ada yang membatalkan, dasarnya apa. Majelis rakyat Papua (MRP) juga tidak boleh masuk ke rana politik. Tugas MRP itu mengurus agama, dan adat. Tidak usah  urusi politik, Kami melihat MRP selama ini terlalu banyak berpolitik,  “ kata Yan Mandenas ketika ditemui wartawan di ruang Fraksi Hanura DPR Papua, Rabu (16/9) siang.
Yan menandaskan,  Kalau terlalu banyak berpolitik suruh bubarkan saja itu MRP,  karena MRP saat ini sudah tidak fokus mengurus yang seharusnya menjadi to poksi dia. Seharusnya yang di urus masalah kultur bukan yang lain.
“Saya minta bubarkan MRP bila perlu. Urusannya itu adalah urursan masalah kultur, urusan masalah perempuan, urusan masalah agama, adat. Itu tugasnya MRP.  MRP banyak masuk di wilayah politis, ini salah. Tugas MRP itu jelas karena MRP itu bukan dari partai politik,“ tandasnya.
Menurutnya, kalau memang MRP  terlalu banyak masuk ke wilayah politisi, maka lebih MRP dibubarkan saja dan mari kita rame-rame gara 14 kursi  saja supaya bisa masuk mewakili tokoh agama,tokoh pemuda, tokoh adat dan tokoh peremupuan dan lain-lain.
“Jadi saya minta bubarkan MRP jika terlalu banyak masuk  ke wilayah politis. Karena MRP tidak berfungsi sesuai to poksinya. Ketua MRP ikut berangkat kesana-kemari  jadi ajudan gubernur. Itu kan tidak boleh.
Dalam memont klatur, tugas MRP dia tidak punya kewenangan untuk mengurus kegiatan-kegiatan yang sifatnya politisi, “ tegas Yan Mandenas.
Dia menambahkan, begitu pun dengan tugas-tugas yang ada di institusi masing-masing harus segera laksanakan, “ Jadi jangan semua berfungsi untuk jadi ajudan gubernur yang ada gubernur jadi gerah dan tidak bisa bekerja dengan tenang, “ pungkasnya. (Tiara)

Dibaca 645 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.