13 Jenazah Korban Trigana Berhasil Teridentifikasi Lewat DNA | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

13 Jenazah Korban Trigana Berhasil Teridentifikasi Lewat DNA

Headline Penulis  Selasa, 15 September 2015 22:35 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw didampingi Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehataan Polda Papua,
Kombes (Pol) dr Ramon Amiman.

 

Kabid Dokkes : Operasi Tidak Akan Ditutup Sebelum Tim Lab DNA Menyerah

Jayapura,-  Sebanyak 13 jenazah korban Trigana Air berhasil teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA jenazah yang dicocokan dengan
DNA pihak keluarga di Laboratorium DNA Mabes Polri Jakarta, Senin (14/9).
Demikian dipaparkan Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw didampingi Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehataan Polda Papua, Kombes (Pol) dr Ramon Amiman dan Kabid Humas Polda, Kombes (Pol) Patrige dalam keterangan persnya di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (14/9).
Adapun 13 jenazah tersebut, terang Kapolda, kantong jenazah 005 tidak terbantahkan sebagai Enggelbertus Kasipmabin (26) pelajar, warga Jalan Aldom, Kampung Olmabot, Kabupaten Pegunungan Bintang. Kantong jenazah 009a, tidak terbantahkan sebagai Wa Ode Suryana (33), warga Jalan Baromende, Kelurahan Tampo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Kantong jenazah 011, lanjutnya, tidak terbantahkan sebagai Irenius Natikolok (48) PNS Dinas P dan P, warga Jalan Pendidikan No 01, Mabilabon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kantong jenazah 021b tidak terbantahkan sebagai Tenus Babingga, warga Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura.
Kantong jenzah 025 tidak terbantahkan sebagai Ronaldilam (15) pelajar, warga Jalan Bhayangkara 1, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.
Kantong jenazah 027a tidak terbantahkan sebagai Mario Reso Buntoro (36) Teknisi Trigana Air, warga Jalan Rajawali Blok D No 02 Griya Cinere 1, Jakarta.
Kantong jenzah 027b tidak terbantahkan sebagai Epi Ardi (42) swasta, warga Desa Calau, Kecamatan Bayak Utara, Kabupaten Painan, Padang, Sumatera Barat. Kantong jenazah 032 tidak terbantahkan sebagai Yustinus Puruleaw (53) Pegawai PT. Pos Indonesia Jayapura, warga Merak No 03 Kotaraja, Kota Jayapura.
Kemudian, sambung Kapolda, Kantong jenazah 033 tidak terbantahkan sebagai Kayus Ipka (19) Sekretaris Desa, Warga Alensong Kilometer 70, Distrik Alensong, Kabupaten Pegunungan Bintang. Kantong jenazah 037b tidak terbantahkan sebagai Pariyem, warga Cilacap. Kantong jenazah 037d tidak terbantahkan sebagai Menaken Mote (29) karyawan Bank Papua, warga Desa Keneyapa, Enarotali, Kabupaten Paniai.
Untuk kantong jenazah 046, tidak terbantahkan sebagai Endah Mustikasari (36) PNS, warga KPL BPD Gunung, Jalur 7, Sentani,
Kabupaten Jayapura.  Sedangkan, Kantong jenazah 043a dan 034b, ungkap Kapolda, tidak terbantahkan sebagai Ika Nukraini Sukmaputri (32) Pramugari Trigana Air, warga Perum Bukti Asri, Blok B 21, Bogor, Jawa Barat.
Kapolda menyebutkan Tim Laboratorium DNA saat ini masih berupaya melakukan identifikasi terhadap 14 jenazah lainnya yang belum
teridentifikasi.  “Sampai saat ini sudah 40 jenazah yang teridentifikasi, sedangkan 14 sisanya masih dilakukan pendalaman oleh
Tim dari Laboratorium DNA,” terang Waterpauw.
Ia pun mengakui adanya kendala dalam proses identifikasi terhadap 14 jenazah korban pesawat Trigana Air. Dimana, kondisi jenazah yang sudah terbakar dan memungkinkan menyebabkan matinya sel-sel yang akan diuji DNA.
Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes (Pol) dr Ramon Amiman memastikan tidak akan menutup operasi Trigana Air, apabila Tim Pemeriksa DNA belum menyatakan menyerah atau  masih sanggup mengidentifikasi sisa jenazah. “Kalau Tim Lab DNA masih berupaya, maka operasi tidak akan ditutup,” katanya.
Ia mencontohkan operasi jatuhnya Pesawat Herkules di Medan, yang masih terus berjalan, karena belum teridentifikasinya 5 jenazah korban Herkules. “Mereka masih dalam pendalaman, seperti kasus Pesawat Herkules di Medan, mereka masih belum menutup operasinya, karena baru mengidentifikasi 5 jenazah, sedangkan 5 jenazah lainnya masih belum teridentifikasi,” paparnya.
Dalam proses identifikasi melalui sampel DNA, pihaknya membutuhkan sel hidup yang ada pada jaringan tubuh jenazah. Dimana, pihaknya akan melakukan pengambilan Kromoson untuk pengujian DNA. “Situasi pesawat Trigana yang terbakar, maka akan cukup menyulitkan. Hal ini berbeda apabila kejadian Pesawat Air Asia, yang mana pesawat tidak terbakar,” kata Ramon.
Sebelum menutup konfrensi pers, Ramon mengharapkan kepada pihak keluarga agar tabah serta membantu doa, sehingga jenazah kerabatnya yang menjadi korban jatuhnya persawat Trigana Air di Kampung Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang dapat segera teridentifikasi. (Syaiful)

Dibaca 649 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX