Kadepa : Polisi Jangan Selalu Menilai Demo Dari Sisi Negatif | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Kadepa : Polisi Jangan Selalu Menilai Demo Dari Sisi Negatif

Headline Penulis  Selasa, 08 September 2015 03:37 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Anggota Komisi I DPR Papua bidang Politik, Hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa.

Jayapura : Rencana  Komite Nasional Papua Barat (KNPB), serta beberapa organisasi mahasiswa di Kota Jayapura, menggelar demo damai di Kantor DPR Papua pada Senin (7/9) kemarin,  namun batal dilaksanakan lantaran tak mendapat iji dari pihak kepolisian.
Sebelumnya Puluhan massa telah menggelar demo di depan gapura Universitas Cenderawasih (Uncen) dikawal ketat oleh aparat kepolisian bersenjata lengkap dari Polres Jayapura Kota.
Legislator DPR Papua, Laurenzus Kadepa  sangat menyayangkan sikap dari aparat kepolisian di Papua yang sering menghalang-halangi dan membubarkan demo yang dilakukan oleh mahasiswa serta organisasi masyarakat lainnya yang ada di Papua.
Anggota Komisi I DPR Papua bidang Politik, Hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa yang getol mengkritik institusi itu menandaskan, polisi jangan selalu melihat aksi demo di Papua dari sudut padang negatif. 
“Kalau dilihat secara negatif, pasti adanya saling curiga. Demokrasi di Papua sudah mati. Kalau polisi selalu menilai negatif, pasti akan terjadi gesekan. Kalau sudah seperti itu, akan selalu ada pertanyaan ada apa di Papua, dan bisa dibenarkan di Papua tak ada ruang demokrasi. Ini memang kondisi yang terjadi,” kata Kadepa kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (7/9/) siang.
Dikatakan, berpendapat di muka umum saja dilarang, dibatasi,  bahkan dibubarkan, Lalu bagaimana negeri ini disebut negara demokrasi, kalau selalu memakai cara-cara seperti itu. Sebaiknya, apapun pendapat yang ingin disampaikan kelompok atau perorangan di muka umum, itu hak mereka.
“Mereka kan warga negara juga. Mereka itu harus diberi ruang. Kalau tak ada ruang demokrasi lagi, efeknya akan lebih bahaya lagi dan seolah membenarkan penilaian publik, kalau tak ada ruang demokrasi di Papua. Ini justru polisi yang membenarkan kalau tak ada demokrasi di Papua,” ucapnya.
Ditempat lain, Koordinator Demo, Warpo mengatakan, polisi yang hadir mengawal aksi massa tidak menghalangi demonstrasi, tetapi membantu proses perjuangan Papua Merdeka. (Tiara)

Dibaca 1362 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.