Kapolda Dorong Penyelesaian Adat Insiden Tolikara ke Kapolri | Pasific Pos.com

| 18 August, 2019 |

Kapolda Dorong Penyelesaian Adat Insiden Tolikara ke Kapolri

Headline Penulis  Kamis, 03 September 2015 02:08 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi, Paulus Waterpauw.

Jayapura,- Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi, Paulus Waterpauw menyatakan akan berupaya mendorong permintaan penyelesaian adat masalah di Kabupaten Tolikara kepada pimpinan Kepolisian di Mabes Polri.
Upaya ini, kata Kapolda, menyusul adanya desakan dari FKUB maupun Pemerintah Papua maupun tokoh agama dari kedua pihak, yang berusaha mendamaikan proses kasusTolikara dengan alasan sudah adanya proses perdamaian semua pihak pada 19 Juli 2015 lalu.
Bahkan, Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) bersama FKUB telah menyerahkan surat kepada Polda Papua untuk menghentikan proses hokum kepada kedua pemuda GIDI yang diduga sebagai penanggungjawab dalam insiden Tolikara.
“Saya tau dan saya dengar sendiri kalau mereka bersuara seperti itu. DPR Papua dan FKUB sendiri telah membuat surat ke Polda Papua untuk menghentikan proses kedua pemuda GIDI yang sudah ditangkap pasca insiden Tolikara, 17 Juli 2015 lalu,” bebernya.
Meski demikian, Waterpauw menegaskan, jikalau tidak ada kata maaf dari proses perdamaian secara total, pihak kepolisian tetap akan melakukan proses hukum terhadap para pelaku kasus Tolikara.
Menurut Kapolda, pihaknya akan tetap berpatokan terhadap para korban dalam penanganan konflik di Kabupaten Tolikara. Apalagi belum keluarnya proses pembangunan rumah kios maupun Mushala yang terbakar.
"Masih ada korban di Tolikara yang mengungsi, maka itu perlu penanganan yang cepat dari Pemerintah Daerah. Tujuannya agar kondisi masyarakat memulih, termasuk mentalitas kejiwaan daripada korban," ucapnya.
Kapolda juga menegaskan akan terus melanjutkan proses hukum terhadap para pelaku, apabila belum ada kata maaf yang tulus kepada pihak yang dirugikan atau menjadi korban dari konflik di Tolikara. (Syaiful)

Dibaca 914 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.