12 Ribu Pendulang Akan dipulangkan | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

12 Ribu Pendulang Akan dipulangkan

Headline Penulis  Rabu, 11 Februari 2015 03:52 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

12 Ribu Pendulang Akan dipulangkan

Bupati : Perda Larangan Mendulang Segera Diterbitkan

Timika,  Pemerintah daerah propinsi Papua dan pemerintah daerah kabupaten Mimika tampaknya serius menangani permasalahan pendulang di areal PT Freeport Indonesia (PTFI) yang kerap kali menimbulkan persoalan baik di bidang keamanan maupun pertikaian antar penduduk.
Dalam pertemuan kemarin malam di hotel Rimba Papua,  yang dihadiri Kapolda, Pangdam XVII/Cendrawasih, Wakil Gubernur, dan management PTFI disepakati akan memulangkan 12 ribu pendulang yang saat ini berada di areal PTFI. Para pendulang ini akan dipulangkan ke daerah masing-masing.  Diharapkan dalam pemulangan para pendulang ini seluruh bupati se Papua dapat berpartisipasi dalam memulangkan masyarakat pendulang ke daerah asalnya.
Dari sumber terpercaya diketahui dalam dua minggu ke depan Bupati Mimika akan segera menerbitkan peraturan daerah (perda) tentang larangan mendulang mulai dari mile 37 sampai mile 74.  Demikian juga larangan mendulang di kampong Banti dan Utikinia.
Penduduk asli yang dikenal dengan sebutan Arwanob juga dilarang melakukan pendulangan di areal PTFI. Sementara itu pulau Karaka tidak boleh lagi dihuni oleh suku lain selain suku Kamoro.
Sumber tersebut juga menjelaskan bahwa operasi penegakan hokum terhadap Perda yang akan diterbitkan ini akan dilaksanakan mulai bulan Maret mendatang. “Pemerintah daerah Mimika diharapkan dapat segera mensosialisasikan tentang larangan pendulangan ini dan juga tentang pemulangan 12 ribu pendulang ke daerahnya masing-masing,”  ujar sumber tersebut.
Seperti telah diberitakan beberapa waktu lalu< aparat keamanan dalam hal ini pihak kepolisian telah melakukan pembersihan terhadap lokasi lokasi pendulangan. Namun masih saja terdapat pendulang pendulang yang nekat, yang kembali membangun pemukiman sementara. (Fani)

Dibaca 489 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.