Dua Polisi Tewas Diberondong Peluru dari Jarak 8 Meter | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

Dua Polisi Tewas Diberondong Peluru dari Jarak 8 Meter

Headline Penulis  Rabu, 11 Februari 2015 03:45 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Dua Polisi Tewas Diberondong Peluru dari Jarak 8 Meter
Tampak Korban dan Tersangka Tengah Memperagakan Kasus Penembakan di Jalan Nambume, Distrik Pirime,
Kabupaten Lanny Jaya yang Menewaskan Dua Polisi, Selasa (10/2)

“Dari Pra Rekontruksi Juga Terungkap Penembakan Itu Sudah Direncanakan Purom dan Enden Wanimbo”

Jayapura,- Dua anggota Polisi Polres Lanny Jaya atas nama Bripda  Yoga dan Bripda Zulqifli tewas diberondong peluru dari jarak 8 meter oleh Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Purom Wenda, ketika melakukan patroli di Jalan Nambume, Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya.
Tewasnya dua polisi ini tergambar jelas dalam pra rekontruksi kasus penembakan yang digelar Tim Khusus Polda Papua dibantu Opsnal Polres Jayapura Kota di Kampung Buton, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (10/2) siang.  Dalam rekontruksi itu juga terungkap pelaku penembakan berjumlah 12 orang, 10 diantaranya masuk DPO Polda Papua. 
Dari pantauan Pasific post di Kampung Buton, pra rekontruksi dimulai pukul 14.00 WIT dipimpin langsung Wadir Reskrim Umum, AKBP Nurhabri dan diawasi oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Patrige serta Kepala Timsus, Kompol Era Adhinata.
Rekontruksi tersebut diambil sesuai analisa penyidik yang dipadukan dengan pengakuan dua anak buah Purom Okiman Wenda dan Enden Wanimbo yang tertangkap maupun penuturan 6 anggota Polri yang selamat. Kedua tersangka yang tertangkap diketahui bernama Nasimin Wonda dan Wuyungga Tabuni.
Dalam rekontruksi itu 10 anggota Polri yang terdiri dari Timsus Polda Papua maupun Opsnal Polres Jayapura Kota dilibatkan sebagai peran pengganti tersangka lainnya yang belum tertangkap. Bahkan, 6 anggota Polri korban penembakan yang selamat juga dilibatkan.
Adegan pertama, ke-10 tersangka menggelar rapat dirumah Enden Wanimbo, yang juga dihadiri Purom Okiman Wenda. Ke-10 tersangka itu yakni Oni Wonda, Imu Wonda, Yamdua Tabuni, Kuloi Wonda, Kulomei Wonda, Nasimin Wonda, Ingge Wonda, Bagaya Wonda dan Wuyungga Tabuni.
Adegan kedua, para tersangka menerima tugas dan senjata api dari Purom Okiman Wenda sebelum menuju ke TKP. Adegan ketiga, para tersangka terlihat berjalan menuju jalan tempat penghadang tim patroli yang mengangkut 8 anggota Polri.
Dalam adegan ke-empat, para tersangka mengambil posisi untuk beraksi melakukan penembakan. Kemudian adegan kelima, tersangka Ingge Wonda menungui mobil polisi yang selanjutnya menghubungi Purom Okiman Wenda.
Untuk adegan ke-enam, para anggota Polisi Polres Lannya Jaya memperagakan posisi duduk mereka ketika berpatroli dengan mobil Strada. Tergambar jelas dalam adegan ke-tujuh, posisi para tersangka ketika melihat mobil patroli melintas dan kemudian melakukan penyerangan.
Sedangkan adegen ke-delapan, para korban memperagakan posisi mereka saat mobil yang digunakannya tengah diserang oleh para tersangka. Dalam adegan ke Sembilan, para korban keluar mobil yang dalam kondisi terhenti, karena diserang, disusul adegan ke-sepuluh yang memperlihatkan posisi dua polisi tewas dan sisanya terluka.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Patrige didampingi Wadir Reskrim Umum, AKBP Nurhabri menegaskan rekontruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Papua.
Rekontruksi ini, terang Patrige, juga untuk mempermudah penelitian baik ditingkat Kejaksaan maupun pembuktian di tingkat Pengadilan.  “Ini salah satu persyaratan berkas perkara kasus penembakan bisa dilimpahkan, makanya digelar rekontruksi dengan mengambil lokasi di Kampung Buton, Distrik Jayapura Selatan, yang ada kemiripan dengan TKP aslinya,” kata Patrige, Selasa (10/2).
Dalam rekontruksi itu telah memperagakan 10 adegan yang dimulai dari tahap awal perencanaan di rumah pimpinan KKB, Enden Wanimbo pada pukul 01.00 WIT, serta pembagian tugas maupun senjata, sebelum menuju tempat penyerangan. 
 “Dari rekontruksi ini penyidik tergambar jelas dan penyidik yakin mereka pelaku penembakan. Untuk jarak tembak sendiri kurang lebih 8 meter sampai 10 meter,” jelasnya.
Untuk peran dua tersangka yang tertangkap, ungkap Patrige, ada yang membantu penyerangan, kemudian membantu mengambil senjata anggota yang tertembak. “Total tersangka sesuai hasil penyelidikan 12 orang, 2 diantaranya sudah tertangkap , sedangkan 10 lainnya masih dalam pengejaran,”urainya.
Patrige menegaskan bahwa dalam kasus ini, para tersangka dijerat pasal berlapis-lapis. “Sudah jelas mereka ini tergabung dalam organisasi terlarang, kemudian melawan anggota Polri, lalu melakuka penyerangan dengan senjata api dan merampas senjata api,”bebernya. (Syaiful)

Dibaca 510 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.