Akhir September, Felix Gold Tiongkok Akan Ke Timika | Pasific Pos.com

| 20 July, 2019 |

Akhir September, Felix Gold Tiongkok Akan Ke Timika

Headline Penulis  Senin, 31 Agustus 2015 01:40 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua Lukas Enembe.

Jayapura,- - Pemerintah Provinsi Papua saat ini masih menunggu keseriusan kedatangan investor dari perusahaan Felix Gold dari Tiongkok – Republik Rakyat China untuk membangun pabrik penguraian tembaga (smelter) di Timika, Papua.  

“ Untuk kelanjutan pembangunan smelter di Papua, sampai saat ini kita belum didatangi oleh investor dari China. Namun rencana bulan September mereka akan datang, sebelumnya mereka sudah mendatangkan alatnya ke Papua,”ungkap Gubernur Papua Lukas Enembe kepada wartawan di Jayapura, Minggu (30/8).

Namun kata Gubernur yang menjadi kendala saat ini adalah pihak investor meminta tanah seluas 1000 hektar. “Tanah seluas itu kan terlalu besar. Mau diapakan tanah seluas itu. Tetapi dari dokumen yang kita terima itu, memang kapasitasnya bukan hanya smelter saja yang akan dibangun tetapi berbagai industri baru penunjang juga akan dibangun di area itu,”terangnya.

Untuk itu hal ini akan diselesaikan, karena tanah yang ada di Timika, Bupati Mimika  Eltinus Omaleng telah membentuk tim. Untuk melakukan pengkajian, berapa hektar yang akan dibawa ke darat dan berapa yang akan dibawa ke laut.

“Rencana akhir September mereka akan datang untuk melakukan presentase. Saya sedang tunggu. Namun draftnya mereka sudah kirim. Sebab nantinya banyak insutri penunjang akan dibangun di Timika, bukan hanya smelter saja,”terangnya lagi.

Sebelumnya Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Papua, Bangun Manurung, di Jayapura, Rabu (6/5/2015) mengakui pada intinya Felix Gold tertarik ingin berinvestasi di Papua, yang tentunya akan diawali dengan melakukan survey. 

Dengan niatan seperti ini, tentunya Pemprov Papua tidak hanya menunggu saja, tetapi akan melihat progressnya  guna merelealisasikan pembangunan smelter. Apalagi menurutnya masa jabatan pasangan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal hanya tinggal tiga tahun lagi.

Untuk memastikan keseriusan ini, menurut Bangun, akan ada tahapan pembicaraan awal. Namun pemerintah provinsi mempunyai target yang akan disusun, yakni jika dalam rentang waktu tidak ada pembicaraan atau kesepakatan lebih lanjut.

Maka siapa saja bisa berinvestasi membangun smelter di Papua. Termasuk juga  tidak menutup kemungkinan dengan pihak-pihak yang tahun lalu ingin membangun smelter. 

"Masih ada beberapa waktu, kita tunggu saja keseriusan dari mereka untuk menindaklanjuti MoU. Kita akan memberikan rentang waktu,"jelas Bangun Manurung. (Bams)

Dibaca 718 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.