DVI Identifikasi 12 Jenazah Korban Trigana Air | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

DVI Identifikasi 12 Jenazah Korban Trigana Air

Headline Penulis  Senin, 24 Agustus 2015 05:18 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Tampak Keluarga Korban Menunggui Peti Jenazah Kerabatnya  yang Berhasil Teridentifikasi, Sabtu (22/8).

Jayapura,- Tim DVI Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 12 jenasah  dari 26 kantong jenasah penumpang pesawat Trigana Air ATR 42 yang jatuh di Kampung Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Minggu (16/8).
12 Jenazah ini teridentifikasi sejak tanggal 19 Agustus hingga 21 Agustus, setelah proses evakuasi berhasil dilakukan oleh Tim Gabungan dari lokasi jatuhnya pesawat di Kabupaten Pegunugan Bintang. Dari 12 Jenazah, dua diantaranya merupakan Crew pesawat nahas, Capten Hasanudin (Pilot) dan Dita Adelia Kurniawan (Pramugari).
Kepala Pusat (Kapus) Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigjen (Pol) dr. Arthur Tampi dalam keterangan persnya, Sabtu (22/8) lalu menegaskan, sejak tiga hari tim DVI melakukan proses identifikasi terhadap 26 kantong jenasah dan menghasilnya 12 jenasah teridentifikasi identitasnya.
Ia pun memaparkan bahwa pada 19 Agustus lalu 4 jenasah telah teridentifikasi, disusul pada 20 Agustus sebanyak 3 jenazah dan 5 jenazah teridentifikasi pada 21 Agustus. Proses identifikasi ini dilakukannya hingag pukul 24.00 WIT.
“Total untuk proses identifikasi selama 3 hari bahwa dari 26 kantong jenasah, ada 12 jenasah yang teridentifikasi,” kata Arthur didampingi Kapolda Papua, Brigjen (Pol) Paulus Waterpauw dalam keterangan persnya di RS Bhayangkara Jayapura, Sabtu (22/8).
Kata Arthur, identifikasi terhadap para jenazah ini dilakukan berdasarkan data primer dan skunder. Sedangkan jenazah yang belum teridentifikasi memerlukan pengujian tes DNA yang diambil dari para
jenazah.
“Jenazah yang sulit diidentifikasi, dikarenakan kondisi jenazah yang rusak dan susah untuk dikenal. Bahkan hanya tertinggal potongan yang sudah hangus. Kalaupun tulang sudah hangus, maka sulit diambil inti selnya, untuk pengujian sampel DNA jenazah,” kata dia.
Kapolda Papua, Brigadir Jenderal Polisi Paulus Waterpauw meminta kepada keluarga korban untuk bekerjasama dengan memberikan keterangan yang dibutuhkan Tim DIV. “Perlu ada kerja sama yang baik dan keterangan dari keluarga mengenai data - data korban sangat dibutuhkan dokter,” kata PW sapaan akrab Paulus Waterpauw.
Berikut data penumpang Trigana Air yang telah teridentifikasi, Terianus Halawala, Mathius Nicolas Aragae, La Boni alias Boni Woriori, Wendepen Bamulki, Asirum, Agustinus Lukas Luanmase, Dita Amilia Kurniawan, Teguh Warisman Sane, Emilia Gobay, Milka  Kakyarmabin, Oscar Mangonto dan Capten Hasanudin.
Sebelumnya, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 3 jasad, mereka yakni Asidum (swasta) beralamat di Jalan Mangga 2 Abepantai, Abepura. Dita Amelia Kurniawan, pramugari Trigana Air dan Agustinus Lukas Louw Mase, pegawai BUMN yang beralamat di Jl Sulawesi IV Dok 9 Bawah, Jayapura. (Syaiful)

Dibaca 702 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.