Dua Penimbun BBM Terancam Denda Rp 60 Miliar | Pasific Pos.com

| 26 June, 2019 |

Dua Penimbun BBM Terancam Denda Rp 60 Miliar

Headline Penulis  Senin, 24 Agustus 2015 05:16 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Dua sopir truk tersangka penimbunan 1,4 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi berinisial PP (25) dan YP (24) dijerat Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 junto pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 60 Miliar.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige menegaskan saat ini kedua tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Mapolda Papua. “Tersangka dijerat UU Migas, karena penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM jenis Solar yang disubsidi Pemerintah,” jelas Patrige, Jum’at (21/8).
Dalam penanganan kasus ini, kata Patrige, kepolisian telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk saksi ahli dibidang Migas dari BPH Migas Jakarta. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan UPTF Metrologi Disperindag Provinsi papua untuk melakukan pengukuran volume barang bukti BBM bersubdisi yang disita Polda Papua.
Terungkapnya kasus ini, terang Patrige, bermula ketika Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua yang tergabung dalam Satgas VII Gakkum BBM bersubsidi dalam program 100 hari kerja Kapolri Tahap II,
mencurigai aktifitas truk di Jalan Raya Tanah Hitam, Kelurahan Waimmorok, Abepura, Minggu (16/8) lalu.
Kecurigaan petugas pun membuahkan hasil dengan menangkap dua sopir bersama barang bukti dua truk yang digunakan untuk mengangkut Solar bersubsidi yang kemudian ditimbun. “Mereka ditangkap di Tanah Hitam bersama barang bukti 1.440 liter Solar bersubsidi,”jelasnya.
Dari hasil penyelidikan, lanjutnya, diketahui kedua tersangka melakukan pengisian BBM jenis Solar dengan menggunakan 2 unit Truk istubishi di 3 SPBU wilayah Kota Jayapura. Kegiatan itu dilakukan
keduanya secara berulang-ulang yang kemudian hasilnya ditampung pada drum hingga terkumpul 1.440 liter solar.
“Solar ini sengaja mereka timbun dengan cara dipindahkan menggunakan selang dari truk ke jerigen berkapasitas 35 liter. Selanjutnya, solar ini dipindahkan ke sejumlah drum berkapasitas 225 liter, ditempat penampungan,” paparnya.
Rencananya, ungkap patrige, BBM bersubsidi hasil timbunan kedua tersangka akan bawa ke Distrik Wembi untuk digunakan operasional alat berat eskavator, yang seharusnya menggunakan BBM non subsidi. 
“Jadi BBM ini akan mereka bawa ke Wembi, guna dijual lagi ke industry yang seharusnya menggunakan BBM non bersubsidi, ” kata mantan Wadir Intelkam Polda Papua ini. (Syaiful)

Dibaca 900 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.