Gubernur Bantah Tuduhan Menhan dan Menkopolhukam | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Gubernur Bantah Tuduhan Menhan dan Menkopolhukam

Headline Penulis  Senin, 24 Agustus 2015 05:12 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Gubernur Papua Lukas Enembe membatah semua tudukan Menteri Pertahanan dan Menkopolhukam terkait dua kali kunjungan Presiden Jokowi ke Papua dirinya tidak berada di tempat.
Gubernur Lukas Enembe Kepada wartawan diruang kerjanya, kemarin, mengaku sangat menyayangkan pemberitaan tersebut tanpa mengklarifikasi informasi itu kepada dirinya.
Sebagai wakil langsung dari pemerintah pusat didaerah, siapapun yang menjadi Presiden Republik Indonesia dan dengan kebijakannya tetap didukung.         
“Siapapun dia yang menjadi presiden, itu sudah otomatis berbeda siapapun terpilih itu adalah atasan kita. Kalau dikaitkan dengan kehadiran presiden saat di Papua, saya tidak ada. Itu tidak dapat dibenarkan, karena kami ini adalah bawahannya,”katanya.
Walau Presiden Jokowi diusung dengan partai yang berbeda, siapapun yang menjadi presidennya, dirinya tetap akan mendukungnya. 
Seraya membeberkan saat kunjungan perdana Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri untuk menghadiri acara Natal Nasional tanggal 27 Desember lalu, dirinya mendampingi Presiden sampai selesai, baik saat berada di Jayapura, Wamena dan Biak
Namun saat kunjungan kedua Presiden Jokowi di Jayapura dan Merauke, diakuinya memang dirinya tidak hadir. Namun ketidakhadirannya saat itu karena sedang dalam kondisi sakit.
“Kedua saya sudah melapor itu, dalam keadaan yang tidak bisa. Kalau mau cari tau bisa bertanya ke RSPAD Gatot Subroto – Jakarta Pusat, hari yang sewaktu beliau datang, saya diatas tempat tidur saja sampai buang air diatas tempat tidur. Jadi memang situasi saya tidak memungkinkan saat itu,”ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan kondisinya saat itu jantungnya lemah dan terus dipompa.  “Waktu itu saya sudah perintahkan untuk Wakil Gubernur menghadiri mendampingi Bapak Presiden. Saya juga beritahukan kepada istri dan istri saya juga sudah memberitahukan kepada bapak presiden,”akunya.
Gubernur mengakui, informasi dan berita yang terus menghujat dirinya merupakan skenario yang luar biasa, tetapi hal itu menurutnya tidak usah dibicarakan mengenai hal itu.
“Akan tetapi intinya saat kunjungan Presiden Jokowi, saya sedang sakit. Jadi tidak benar dengan apa yang dikatakan dalam media itu,”ucapnya.
Seperti diketahui  sikap Gubernur Papua Lukas Enembe membuat geram para menteri kabinet kerja Jokowi – JK. Lukas dianggap tidak hormat kepada Presiden Jokowi, karena sudah dua kali Jokowi berkunjung ke Papua namun gubernur tidak ada di tempat.
“Presiden datang dua kali ke sana, gubernur tidak ada. Wakil gubernur juga tidak ada,” kata Menkopolhukan Luhut Binsar Pandjaitan di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (18/8).
Menurut Luhut, sikap tersebut sebagai salah satu contoh ketidakdisiplinan para kepala daerah di Papua. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Menurutnya, dua kali Presiden ke Papua namun hanya Sekda yang menyambut kedatangan pemimpin negara.
“Dimana hormatnya coba sama Presiden, mereka tak pernah disitu. Terus sekarang masih bilang Papua tidak perhatikan,” ungkap Ryamizard dengan nada geram di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (19/8). (Bams)

Dibaca 803 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX