Asal Usul Amunisi Milik Oknum Prajurit Ajendam Masih Ditelusuri | Pasific Pos.com

| 20 July, 2019 |

Asal Usul Amunisi Milik Oknum Prajurit Ajendam Masih Ditelusuri

Headline Penulis  Selasa, 10 Februari 2015 02:04 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Asal Usul Amunisi Milik Oknum Prajurit Ajendam Masih Ditelusuri
Kasdam XVII/Cenderawasih,  Brigjen TNI Tatang Sulaiman.

Jayapura,- Kodam XVII/Cenderawasih masih menelusuri asal usul ratusan amunisi milik lima oknum Prajurit Ajendam yang dijual kepada jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata di wilayah Pegunungan pimpinan Purom Wenda.
Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Tatang Sulaiman menegaskan masih meneliti asal usul amunisi yang dijual oleh kelima oknum prajurit TNI tersebut. Pihaknya juga mengindikasi ada kemungkinan amunisi tersebut diperoleh dari luar.
 “Masih diteliti, Panglima kemaren menyampaikan ada indikasi dari luar dan itu bisa saja terjadi. Misalnya di Aceh dulu sama,” ujar Tatang saat ditemui disela-sela bakar batu di kawasan Cagar Alam Cyclop Angkasa, Senin (9/2).
Kasdam juga menegaskan bahwa saat ini kelima oknum prajurit TNI tersebut telah menjalani pemeriksaan di Pomdam XVII/Cenderawasih. “ Sekarang masih di POM, nanti apabila sudah cukup bukti, otomatis akan berlanjut ke Oditurat dan kemudian Pengadilan Militer,” kata dia.
Menurut Kasdam, proses penyidikan oleh penyidik Polisi Militer hingga menuju Pengadilan Militer membutuhkan waktu yang panjang. Namun, pihaknya akan berupaya proses kasus tersebut dituntaskan sesegara mungkin.
 “Sidang nanti terbuka untuk umum, masyarakat bisa melihat, nanti berapa tahun hukumannya dan sebagainya. Yang jelas minimal pasti di pecat dari kedinasan, karena itu sudah merupakan pelanggaran yang kritis,” tegas dia.
Mengenai pembenahan internal di Kodam, Kasdam mengklaim sudah melakukannya, termasuk pengawasan terhadap amunisi-amunisi milik TNI yang dilakukan secara optimal. “Digudang sudah dipasang CCTV, kemudian dipasang kunci yang hanya petugas-petugas tertentu yang bisa masuk kedalam gudang amunisi dan senjata,” tegasnya.
Bahkan, menurut Kasdam, setiap amunisi milik TNI yang keluar hanya bisa dilakukan dua cara, yakni untuk kepentingan latihan dan untuk kepentingan operasi. Dimana, untuk kepentingan latihan dan keperluan operasi, prosedurnya sudah jelas.
 “Kalau untuk latihan, setiap prajurit yang menembak, jumlah amunisi akan diperiksa. Misalnya, kalau perkenaan 10 butir ya, maka amunisi yang digunakan 10 butir, nah kalau tidak sesuai baru ditelusuri, apakah ada penyalahgunaan atau tidak,” jelas dia. (Syaiful)

Dibaca 1244 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.