66 Ribu Warga Papua Terjerumus Penyalahgunaan Narkotika | Pasific Pos.com

| 22 January, 2020 |

Kepala BNNP Papua, Brigjen Pol Jackson Lapalonga (tengah) Kepala BNNP Papua, Brigjen Pol Jackson Lapalonga (tengah)

66 Ribu Warga Papua Terjerumus Penyalahgunaan Narkotika

Kriminal Penulis  Sabtu, 14 Desember 2019 11:42 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"90 persen merupakan OAP"



JAYAPURA –  Kepala BNNP Papua, Brigjen Pol Jackson Lapalonga menerangkan dua persen dari  3,3 juta jumlah penduduk Papua atau setara 66.000 jiwa warga, terjerumus kasus penyalahgunaan narkoba.

"Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua mencatat 66.000 warga Papua terpapar narkoba. Mirisnya, 90 merupakan putra daerah Papua," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Kata Jackson peredaran narkoba khusus untuk di Papua lebih mendominan ganja, mengingat Wilayah Papua berbatasan langsung dengan Papua New Guinea. Ironisnya penggunananya sebagian besar masih berusia produktif termasuk kalangan pelajar.

“Pelajar yang rentan terpapar penyalahgunaan ganja adalah pelajar SMP dan SMA. Baru-baru ini saja, ada siswa SMP yang kedapatan membawa ganja di dalam kelas,” tuturnya.

Dia merasa prihatin dengan kondisi ini, padahal BNNP Papua sudah cukup gencar melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah. Karena itu, kedepan pihaknya akan menerapkan program cegah dini melalui tes urin.

“Kami berharap program cegah dini ini juga diinisiasi oleh pihak Sekolah. Paling tidak program itu dibuat baku oleh pihak Sekolah, misalnya diagendakan 4 kali tes urin dalam sebulan walaupun pelaksanaanya hanya satu kali. Hal ini agar para siswa takut untuk bermain-main dengan narkotika,”  katanya.

Sebaliknya, kata Jackson, jika tidak ada langkah konkrit dari pihak sekolah, para siswa akan dengan mudah terjerumus dalam bahaya narkotika.  “Tak hanya pihak Sekolah, tapi orang tua murid pun harus diberitahu mengenai program cegah dini dengan tes urin, sehingga para orang tua juga lebih serius mengawasi pergaulan anak-anaknya,” tutupnya.

Dibaca 45 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik