50 Kantong Jenazah Trigana Air Tiba di RS Bhayangkara | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

50 Kantong Jenazah Trigana Air Tiba di RS Bhayangkara

Headline Penulis  Jumat, 21 Agustus 2015 20:51 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Tampak Puluhan Mobil Pengankut Kantong Jenazah Tiba di Halaman DVI Polda Papua, Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura, Kamis (20/8).

Jayapura,- 50 kantung jenazah penumpang pesawat Trigana Air berhasil dievakusi dari Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang ke Jayapura. 50 kantong jenazah tersebut kini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi oleh DVI Polda Papua.
“Saat ini sudah 50 kantong jenazah yang dibawa ke Jayapura, semuanya akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigjen (Pol) Rudolf Albert Rodja, Kamis (20/8).
Dalam keterangan persnya, Kapolda Papua, Brigjen (Pol) Paulus Waterpauw menyebutkan bahwa dari informasi awal, 39 kantong jenazah telah di Rumah Sakit Bhayangkarasehingga seluruh kantong jenazah lengkap dan tinggal diproses oleh DVI dibawah pimpinan Kapusdokes Polri, Brigjen (Pol) dr Artur Tampi.
Kapolda mengakui dalam proses evakuasi dari Oksibil menuju Jayapura, sempat terkendala cuaca buruk. “Cuaca memang menjadi ganguan dan keterbatasan alat transportasi juga, namun semua sudah dievakuasi,” sambungnya.
Kapolda pun meminta para pihak keluarga inti yang memiliki hak untuk menerima jenazah korban pesawat Trigana Air dapat bekerjasama untuk proses identifikasi. Ia juga mengharapkan proses identifikasi para jenazah bisa terlaksana tanpa gangguan.
“Kami juga meminta bantuan teman-teman media juga, nanti apabila ada data Antermotem yang mungkin family memberikan penjelasan awal kurang lengkap, maka keluarga kandung bisa membantu,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Dokkes  Polri, Brigjen Pol dr. Arthur Tampi menyebutkan, dalam proses identifikasi, pihaknya akan semaksimal mungkin mengindentifikasi 10 jenazah setiap harinya. “Jadi hitung saja, tadi malam dari Maghrib sampai jam 12 malam baru selesai proses identifikasi 4 jenazah,” ungkapnya.
Dalam proses  ini, Artur berprinsip akan berhati-hati guna mengindari kesalahan mengidentifikasi jenazah. “Kita berprinsip tidak ingin salah mengindentifikasi atau menyerahkan jenazah yang bukan anggota keluarganya,” tegasnya.
Artur pun mengaku perlu waktu dalam proses identifikasi para jenazah penumpang Trigana Air dengan menggunakan sample DNA anggota keluarga korban. “Tulang-pun kalau sudah hangus, maka sel-nya mati. Kalau sel mati, bagaimana kita mau mengambil inti sel, padahal inti sel itu yang akan kita ambil DNA-nya. Tapi mudah-mudahan tidak ada yang seperti ini,” tutupnya. (Syaiful)

Dibaca 599 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.