Auriga Nusantara Gelar Pelatihan Bagi Jurnalis Merauke | Pasific Pos.com

| 22 January, 2020 |

Para wartawan dan pemateri berfoto usai kegiatan (foto:ist) Para wartawan dan pemateri berfoto usai kegiatan (foto:ist)

Auriga Nusantara Gelar Pelatihan Bagi Jurnalis Merauke

Papua Selatan Penulis  Senin, 09 Desember 2019 23:04 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Media di tengah pusaran teknologi digital menciptakan paradoks tersendiri. Di satu sisi waktu dan kesempatan, publik mendapatkan kemudahan memperoleh informasi dari beragam media online. Akses tersebut dipermudah dengan hadirnya teknologi murah yang dibenamkan dalam gawai. Hampir semua produk jurnalistik yang tersaji di jaman digital menuntut publik untuk kerja ekstra keras memastikan validasi, akurasi atas berita yang disampaikan. Hal yang bertentangan dengan idiom digital tentang aspek kemudahan sebagai bonus kemajuan teknologi: ringkas dan instan.

Dalam aspek kerja jurnalistik, bukan lagi sesuatu yang aneh jika standar kompetensi jurnalis lantas menjadi simple dan instan juga. Tidak perlu seabrek pengalaman jurnalistik untuk terlibat dalam pengelolaan informasi dalam era digital. Kecepatan yang abai pada kualitas informasi yang tersebar di ruang publik ini selain membahayakan, karena tak jarang kebijakan publik hadir hanya dengan basis banjirnya informasi yang tidak valid, tapi juga menyulitkan publik atau pekerja publik untuk mendorong hadirnya kebijakan publik yang berkualitas.

Sekitar 10 persen luas daratan Indonesia (21 juta hektar) merupakan lahan gambut. Lahan yang terbentuk dari kumpulan material organik yang terbentuk secara alami dari sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 cm atau lebih dan terakumulasi pada rawa. Tutupan lahan seperti ini tersebar di sejumlah pulau besar Indonesia seperti Sumatera (35%), Kalimantan (32%), Papua (30%), dan sisanya tersebar di Sulawesi, Halmahera, dan Seram (3%) (Radjagukguk, 1992;1995).

Kini, dari sebaran kawasan hidrologis gambut nasional, areal gambut di Papua bisa dikatakan sebagai salah satu yang masih terjaga dengan tutupan hutan di areal gambut sekitar 5,6 juta hektar dari 6,9 juta hektar kawasan hidrologis gambut di seluruh Papua. Namun, keberadaan lahan-lahan gambut itu hari demi hari semakin terancam. Sejumlah konsesi telah mengokupasi lahan tersebut, sekalipun belum beroperasi.

Oleh karena itu, Auriga Nusantara berinisiatif mengadakan pelatihan jurnalis dan organisasi masyarakat sipil di Merauke yang telah berlangsung di Swiss-Belhotel belum lama ini.  Pelatihan itu untuk memahami lebih lanjut akan pentingnya perlindungan gambut di Merauke khususnya maupun Papua pada umumnya. Sekaligus berbagi pengalaman bagaimana menyapaikan informasi agar mudah dicerna publik secara luas. Dengan harapan kegiatan ini akan membangun hubungan yang lebih strategis antara masyarakat atau organisasi masyarakat sipil pemilik informasi dengan jurnalis sebagai pengkabar dari informasi tersebut.

Tujuannya untuk peningkatan kapasitas dan pemahaman jurnalis dan organisasi masyarakat sipil mengenai isu-isu berkaitan dengan perlindungan ekosistem gambut serta membangun relasi dan kolaborasi jurnalis dan organisasi masyarakat sipil di Merauke dalam hal perlindungan ekosistem gambut. Sedangkan output yang hendak dicapai yakni adanya pemahaman mendasar akan pentingnya perlindungan gambut oleh jurnalis dan organisasi masyarakat sipil serta terbangunnya relasi dan kolaborasi jurnalis dan organisasi masyarakat sipil di Merauke dalam hal perlindungan ekosistem gambut. Pelatihan yang menghadirkan pemateri berkompeten di bidangnya itu mendapat sambutan positif oleh para wartawan, baik dari media cetak, elektronik maupun online.

Di antaranya, yang dikemukakan oleh Getrudis Saga dari Suara Merauke bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi para wartawan, khususnya untuk lebih memahami tentang gambut dan melakukan peliputan tentang gambut itu sendiri. Hal senada juga disampaikan oleh Istya Sari dari Arafura News yang menilai pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan oleh para wartawan sehingga besar harapan dapat berkelanjutan. Bahkan jika memungkinkan, para wartawan dapat diikutsertakan untuk melakukan peliputan langsung di lahan gambut yang sesungguhnya sehingga tidak hanya terbatas pada pemberian materi.

Dibaca 72 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik