Direktur Operasional Trigana : Santunan ini Termasuk Asuransi Jasa Raharja 100 Juta | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Direktur Operasional Trigana : Santunan ini Termasuk Asuransi Jasa Raharja 100 Juta

Headline Penulis  Jumat, 21 Agustus 2015 20:49 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Japura,- Pihak PT. Trigana Air menyatakan akan memberikan santuan sebesar Rp 1,25 Miliar kepada setiap penumpang korban pesawat Trigana Air jenis ATR 42 bernomor penerbangan IL-267 yang jatuh di Kampung Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.
Direktur Operasional Trigana Air Service Benny Sumaryanto menyebutkan santuan sebesar Rp 1.250.000.000,- atau Rp 1,25 Miliar ini merupakan santuan dari PT.Trigana Air yang diperuntukan bagi 49 penumpang dan 5 crew pesawat Trigana yang jatuh di Kampung Okbape, Oksibil.
Santunan ini, lanjutnya, belum termasuk arusansi dari Jasa Raharja sebesar Rp 100 juta. Pemberiaan santuan ini akan dilakukan paling lambat 3 hingga 4 minggu kedepan kepada ahli waris yang sah dari korban pesawat jatuh.
“Dari kami, PT Trigana Air memberikan santunan Rp 1,25 Miliar, sedangkan Jasa Raharaja Rp 100 juta untuk setiap korban, jadi totalnya Rp 1,35 Miliar tiap korban,” jelas Benny saat ditemui di Sekretariat DVI Polda Papua, Kamis (20/8).  
Kata Benny, pemberiaan santuan ini sesuai dengan Peraturan Perhubungan Nomor 77. “ Santuan diberikan kepada semua penumpang berada didalam Pesawat Trigana Air termasuk Crew, semua data akan dicover pihak Trigana Air sebagai bukti kami bertanggung jawab,”katanya.
Selain memberikan santunan, Benny melanjutkan bahwa PT. Trigana Air juga menyiapkan pesawat bagi keluarga korban yang jauh dari Jayapura, apabila ingin berangkat ke Jayapura untuk menunggu proses identifikasi.  “Kami siapkan, termasuk keluarga yang ada di Oksibil, kami akan siapkan pesawat, atau mengunakan pesawat lain untuk ke Jayapura,” tuturnya.
Salah satu isrti korban Trigana Air,  Andien Kirawar mengaku sangat kehilangan suami yang juga pengganti kedua orang tuanya. Namun dia percaya, peristiwa yang menimpa suami merupakan garis tangan dari Tuhan. “Percaya bahwa ini adalah rencana Tuhan,” ucapnya seraya tak sanggung menahan derai air mata.
Kata Andien, saat ini anak dari buah hati bersama suami yang keseharian sebagai Pegawai Kantor Pos Indonesia Jayapura belum bisa menerima kenyataan pahit ini. ”Anak-anak belum terima dengan kejadian ini dan mereka menunggunya teleponnya,” tutupnya. (Syaiful)

Dibaca 918 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.