5 Nelayan Pelaku Bom Ikan di Teluk Wondama Mulai Jalani Persidangan | Pasific Pos.com

| 21 January, 2020 |

5 Nelayan Pelaku Bom Ikan di Teluk Wondama Mulai Jalani Persidangan

Papua Barat Penulis  Sabtu, 07 Desember 2019 00:10 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manokwari mulai menyidangkan kasus tindak pidana illegal fishing dengan terdakwa, La Taaci (26 tahun), La Mauko (26 tahun), La Hendi (26 tahun), La Andi (19 tahun), dan La Uge (38 tahun), Kamis (5/12).

Sidang perdana yang dipimpin ketua majelis hakim, Saptono, SH, MH beragenda pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari, Anggih Niastuti, SH, MH.

Menurut JPU, para terdakwa telah melakukan tindak pidana illegal fishing di Pulau Auri, Kabupaten Teluk Wondama, Minggu (6/10/2019) sekitar pukul 10.00 WIT.

Terungkapnya kasus itu bermula ketika saksi, Brigpol Muhamad Nursalam, anggota Satpolair Polres Teluk Wondama melakukan patroli laut dan melihat para terdakwa melakukan penangkapan ikan memakai bahan peledak (bom ikan).

Melihat kegiatan para terdakwa, saksi mengeluarkan tembakan peringatan sambil meminta para terdakwa terjun ke laut. Namun, para terdakwa tak mengindahkan peringatan, melainkan menyalakan mesin motor jolor dan berusaha melarikan diri.

Anggota Satpolair lainnya, Brigpol Benyamin lalu mengeluarkan tembakan peringatan kedua dan ketiga ke udara, tetapi para terdakwa tidak mau berhenti, sehingga dilakukan pengejaran.

Dalam pengejaran itu, saksi kembali mengeluarkan tembakan peringatan, sehingga motoris yang panil langsung memadamkan mesin perahu jolor dan mengangkat tangannya ke kepala. Selanjutnya, para saksi merapatkan perahu ke perahu motor jolor milik para terdakwa.

Brigpol Muhamad Nursalam pun melakukan pengecekan ke perahu dan menemukan beberapa komponen pembuatan bahan peledak, seperti sumbu, bulatan sandal, penutup botol, dan dopis. Kemudian, para terdakwa digiring ke Polres Teluk Wondama.

Menurut JPU, berdasarkan keterangan ahli di bidang perikanan, penangkapan ikan memakai bahan peledak dan bahan kimia, seperti bom, dilarang digunakan. Sebab, hal itu bisa memusnahkan biota laut, seperti terumbu karang dan membahayakan kelestarian lingkungan hidup di permukaan dan dasar laut.

Akibat perbuatannya, para terdakwa didakwa Pasal 84 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1 UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. [BOM-R1]

Dibaca 159 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik