Sekda akan Kaji Usulan ASN Malas Apel ‘Diumumkan’ di Media Massa | Pasific Pos.com

| 22 January, 2020 |

Sekda akan Kaji Usulan ASN Malas Apel ‘Diumumkan’ di Media Massa

Papua Barat Penulis  Sabtu, 07 Desember 2019 00:08 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan, Wakil Bupati, Edi Budoyo, Sekda Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita, dan para pimpinan apel, sudah tidak terhitung lagi menasehati dan menegur para aparatur sipil negara (ASN) yang tidak mengikuti apel gabungan.

Namun sayangnya, nasehat dan teguran dari para pimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari ini, tampaknya tidak pernah digubris oknum-oknum ASN.

Hal itu terbukti dengan tidak adanya perubahan, dimana setiap kali apel gabungan, masih banyak ASN yang tidak mengikuti apel tersebut. Tidak adanya perubahan dari segelintir oknum ASN itu lantaran tidak ada sanksi tegas dari pimpinan terhadap bawahannya, sehingga terus saja terulang.

Untuk menekan angka ketidakhadiran ASN dalam apel gabungan, muncul usulan agar nama-nama para ASN yang tidak mengikuti apel diumumkan saja di media massa.

Usulan itu dianggap menjadi salah satu efek jera, sehingga masyarakat bisa mengetahui siapa saja ASN yang tidak mengikuti apel gabungan.

Menanggapi usulan itu, Sekda Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita mengatakan, usulan mengumumkan nama-nama ASN yang tidak mengikuti apel gabungan di media massa, akan dikaji Pemkab Manokwari.

Namun, lanjut Sekda, sebelumnya akan diadakan rapat dengan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Januari 2020 untuk membahas alasan ketidakhadiran ASN dalam apel gabungan setiap Senin, termasuk sanksi yang akan diberikan.

Dia mengaku sudah sering menyampaikan bahwa disiplin harus tumbuh dari dalam diri, bukan berpura-pura disiplin atau ‘mencari muka’. Mereka akan hadir jika ada pimpinan, tetapi ketika pimpinan tidak ada, mereka pun tidak hadir.

Dikatakannya, jika disiplin tumbuh dari dalam diri, maka pimpinan ada atau tidak, mereka tetap menunjukkan eksistensinya sebagai ASN yang bertanggung jawab terhadap tugas dan tanggung jawabnya.

“Apa sih yang harus kita berikan sanksi pada OPD yang memang tidak disiplin, kemudian melaksanakan tugas seenaknya saja. Pergi ke tempat lain yang bukan urusan dinas dan setelah tiba di tempat tujuan, baru memberikan kabar. Hal-hal begini yang perlu kita benahi supaya tetap menjadi contoh,” ujar Sekda yang dikonfirmasi Tabura Pos di ruang kerjanya, Kamis (5/12).

Ditegaskan Makatita, masyarakat sudah menganggap ASN sebagai panutan dan sebagai panutan, maka ASN harus memberikan contoh yang baik.

Menanggapi usulan agar nama-nama para ASN yang malas mengikuti apel gabungan seminggu sekali diumumkan di media massa, Makatita mengatakan, semua usulan yang positif, akan ditampung.

Namun, tegas Sekda, langkah pertama yang akan dilakukan dengan bertemu para pimpinan OPD untuk melihat perangkat daerah mana yang tingkat kehadirannya paling sedikit.

Diakuinya, Pemkab Manokwari memang sudah bekerja sama dengan beberapa media massa, sehingga usulan supaya ASN yang tidak mengikuti apel gabungan untuk diumumkan, menjadi usulan yang baik dan akan dikaji. “Akan kita perhatikan itu,” katanya.

Ia menjelaskan, kehadiran ASN dalam apel juga menjadi tanggung jawab pimpinan perangkat daerah, sehingga ketidakhadiran ASN juga menjadi penilaian khusus terhadap pimpinan perangkat daerahnya. [BNB-R1]

Dibaca 222 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik