Pasca Dilantik, Fauzun Nihayah Langsung Ke Merauke Beri Sosialisasi | Pasific Pos.com

| 18 January, 2020 |

Fauzun Nihayah saat memberi sosialisasi (foto:ist) Fauzun Nihayah saat memberi sosialisasi (foto:ist)

Pasca Dilantik, Fauzun Nihayah Langsung Ke Merauke Beri Sosialisasi

Papua Selatan Penulis  Senin, 25 November 2019 01:43 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Fauzun Nihayah S.HI,MH yang baru saja dilantik sebagai Anggota DPR Papua pada tanggal 31 Oktober 2019 lalu  tidak menunggu waktu lama, dirinya langsung turun ke dapil untuk melakukan kegiatan pengawasan dan sosialisasi tentang Peraturan Daerah Provinsi Papua (Perdasi) Nomor 27 Tahun 2013 tentang perlindungan lahan  pertanian pangan pokok berkelanjutan. Sosialisasi tersebut diikuti puluhan petani, masyarakat umum dan beberapa PPL.

Sosok anggota DPR Papua yang dikenal dekat dengan petani dan kelompok ibu di Merauke ini mengatakan bahwa Provinsi Papua sebagai provinsi paling timur di wilayah NKRI memiliki dataran terluas dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Selain itu memiliki kawasan budidaya yang luas untuk pengembangan pertanian sebagai upaya mewujudkan kemandirian dan kebutuhan pangan nasional. Untuk itu harus ada kepastian hukum atau aturan yang mengatur dalam penyelenggaraan perlindungan lahan pertanian pangan pokok secara berkelanjutan.

Di antaranya di Kabupaten Merauke sebagai salah satu kabupaten yang pernah dicanangkan Presiden Jokowi sebagai lumbung padi nasional. Perlindungan lahan pertanian pangan pokok berkelanjutan bertujuan mendukung peningkatan jumlah dan mutu produksi jenis pangan pangan pokok di antaranya beras, sagu, dan umbi-umbian. Untuk itu dalam mendukung optimalisasi Perdasi tersebut petani juga harus mampu mengoptimalkan diri dan kelompok dalam menggarap lahan pertanian. “Bantuan alat-alat pertanian yang ada selama ini, baik dari pihak reguler maupun aspirasi harus dioptimalkan dengan baik,”pungkas wanita berjilba ini.

Dibaca 169 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.