Raih Dua Perunggu, Papua Masih Nihil Emas Popnas 2019 | Pasific Pos.com

| 14 December, 2019 |

Raih Dua Perunggu, Papua Masih Nihil Emas Popnas 2019

Olahraga Penulis  Senin, 25 November 2019 01:14 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAKARTA,- Kontingen Papua kembali menambah dua medali perunggu pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 di Jakarta.

Hingga hari ketujuh, sebanyak dua medali perunggu disumbang masing-masing Tim Judo dan Silat Papua, Sabtu (23/11/2019).

Hasil tersebut, sedikit banyak mengobati paceklik prestasi yang terjadi sejak hari pertama iven Popnas digelar. Bahkan jelang penutupan iven tersebut, Papua belum sama sekali mengoleksi medali emas.

Medali perunggu disumbang pejudo Maria Usor yang turun di kelas -52 kg putri. Ia tampil meyakinkan membanting pejudo Jawa Timur, Nur Amiatus Azisah hingga berujung medali.

Cabang olahraga silat pun sebenarnya berpeluang meraih medali emas andaikan pesilat Papua Ingonsaresa Daundi yang turun di kelas E Putri 55-59 kg berhasil melewati wakil Jawa Barat, Dillah Febriyani.

Sayang usahanya harus kandas sehingga mesti puas meraih perunggu yang menjadi satu-satunya medali untuk cabang olahraga silat Papua.

Dengan demikian total Provinsi Papua telah mengumpulkan,1 perak dan 8 perunggu.

Provinsi Papua pun menaruh harapan besar terhadap tim Dayung yang akan berlaga pada final Minggu esok di Danau Cipule Karawang, Jawa Barat.
Dimana tim Canoeing (K4) 1000 Meter Putri, yang diisi Anita Wambrauw, Ester Daimoye, Enjel Juwita Koibur, Lea Entong, berhasil  melaju ke babak final.

Sementara dari cabang olahraga panahan, Tim Papua yang turun di Divisi Nasional Beregu Putri, harus pulang dengan tangan hampa.
Dengan demikian cabang olahraga tersebut tak menyumbang medali bagi tim Provinsi Papua.

Diketahui, perolehan medali bagi kontingen Papua masing-masing disumbangkan cabang olahraga Tarung Derajat (1 perak 3 perunggu), Taekwondo (3 perunggu), Judo (1 perunggu) dan Silat (1 perunggu).

Dibaca 76 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.