Basarnas Sosialisasikan Peralatan Keselamatan Pelayaran Bagi Nelayan | Pasific Pos.com

| 21 January, 2020 |

Kepala SAR dan kepala Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama tamu undangan yang hadir (foto:iis) Kepala SAR dan kepala Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama tamu undangan yang hadir (foto:iis)

Basarnas Sosialisasikan Peralatan Keselamatan Pelayaran Bagi Nelayan

Papua Selatan Penulis  Senin, 18 November 2019 22:12 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Sejumlah nahkoda, nelayan, ABK dan pemilik kapal Jumat lalu mengikuti sosialiasi yang dilaksanakan oleh Basarnas dan Distrik Navigasi tentang peralatan keselamatan pelayaran dan navigasi yang berlangsung di aula Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Kabupaten Merauke. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Kabupaten Merauke, Susanto Masita mengemukakan bahwa banyak kegiatan yang sudah dilakukan dan semata-mata demi memenuhi kebutuhan para ABK, nelayan, nahkoda dan pemilik kapal dalam melaksanakan aktivitas di laut.

Beberapa waktu lalu telah dilaksanakan pula sosialisasi mengenai frekuensi radio dan sekarang dilanjutkan dengan peralatan keselamatan sehingga berkesinambungan. Oleh sebab itu ia meminta peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik karena ilmu yang disampaikan akan sangat bermanfaat dalam menunjang aktifitas nelayan sehari-hari. Sementara itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Merauke, Raymon Konstantin saat membuka kegiatan mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan kepada peserta sangat penting dalam dunia pelayaran, terutama ketika nelayan menghadapi masalah seperti kecelakaan, kebocoran kapal, kapal tenggelam atau trouble ringan sekalipun sehingga menghambat operasional kapal maka dapat mengandalkan peralatan yang ada.

Di Indonesia, Basarnas mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk jasa satelit yang digunakan. Dalam hal ini Basarnas membayar kepada negara-negara yang menyediakan jasa satelit tersebut. Diakui pemanfaatan peralatan tersebut di Indonesia masih cukup minim, apakah karena factor sosialisasi yang masih kurang atau karena harga alat yang tergolong mahal. Namun sebenarnya harga yang mahal tersebut tidak sebanding dengan keselamatan para nelayan nantinya. “Jadi kami berharap para nelayan dapat memanfaatkan apa yang sudah dibayar oleh Basarnas ini. Digunakan secara gratis karena nelayan atau pemilik kapal hanya cukup membeli peralatannya saja lalu diregistrasi di Basarnas yang juga tidak dipungut biaya,”jelasnya.

Dibaca 53 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik