Kreatif, Anak Muda Ini Gunakan Kotoran Ikan Untuk Pupuk | Pasific Pos.com

| 10 December, 2019 |

Owner Laonco Akuaflok, Ardho Alamsyah bersama rekan-rekan di tempat usahanya (foto:iis) Owner Laonco Akuaflok, Ardho Alamsyah bersama rekan-rekan di tempat usahanya (foto:iis)

Kreatif, Anak Muda Ini Gunakan Kotoran Ikan Untuk Pupuk

Papua Selatan Penulis  Senin, 18 November 2019 22:10 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ardho Alamsyah adalah sosok anak muda Merauke yang cukup kreatif karena berbekal ilmu yang ia peroleh di bangku kuliah, kini ia sukses mengembangkan budidaya perikanan dan akuakultur. Dalam hal ini ia lebih fokus dalam budidaya ikan air tawar, baik untuk ikan yang dikonsumsi sehari-hari maupun ikan hias. Selain itu ia mengolah kotoran ikan menjadi pupuk organik atau pupuk alami untuk sayuran, seperti kangkung, daun seledri dan daun mint. Ke depan ia akan mencoba untuk menanam daun selada dengan pupuk tersebut.

Usaha yang ia rintis sudah berjalan satu tahun namun ia mengaku masih dalam tahap uji coba sehingga berupaya untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang ia miliki. “Kebetulah basic saya adalah pendidikan perikanan sehingga budidaya yang saya fokuskan disebut akuaflok yang mencakup akuaponik dan bioflok. Jadi saya memanfaatkan kotoran ikan agar tidak terbuang percuma dan bisa digunakan untuk menanam sayur sehingga 100% dari pupuk organik.

Dalam hal ini kita mendapat dua keuntungan karena bisa memanen ikan dan sayur bersamaan,”ujarnya kepada wartawan di tempat usahanya Jumat lalu. Lebih lanjut Ardho mengungkapkan, untuk perawatan juga cukup mudah karena ia hanya cukup memberikan makanan kepada ikan secara teratur setiap saat. Untuk jenis ikan bisa apa saja, namun menurutnya yang paling bagus adalah ikan lele karena memiliki nutrisi yang sangat baik untuk diolah menjadi pupuk. “Sebenarnya untuk ikan nila dan ikan emas juga cocok, hanya saja membutuhkan jumlah yang cukup banyak mengingat kotorannya tidak sebaik ikan lele. Selama menjalankan budidaya ini saya tidak menghadapi kendala yang signifikan, hanya saja harus lebih telaten dalam menyediakan stok air,”pungkasnya.

Dibaca 178 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.