Dukung PON XX, Dinas TPH Kabupaten Jayapura Adakan Gerakan Tanam Sayur dan Buah | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Timothius J. Demetouw, SE, M.Si, didampingi Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura Adolf Yoku, SP, MM, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura Ir. Rudi A. Saragih, ketika secara simbolis menanam sejumlah bibit sayur di kotak (papan box) yang disediakan sebagai wadah untuk tanam sayur secara vertikultur, di Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (14/11) siang. Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Timothius J. Demetouw, SE, M.Si, didampingi Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura Adolf Yoku, SP, MM, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura Ir. Rudi A. Saragih, ketika secara simbolis menanam sejumlah bibit sayur di kotak (papan box) yang disediakan sebagai wadah untuk tanam sayur secara vertikultur, di Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (14/11) siang.

Dukung PON XX, Dinas TPH Kabupaten Jayapura Adakan Gerakan Tanam Sayur dan Buah

Kabupaten Jayapura Penulis  Kamis, 14 November 2019 21:50 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Papua melakukan gerakan penanaman sayur dan buah secara vertikultur, di Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (14/11) siang.

Gerakan penanaman sayur dan buah ini sebagai dukungan untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 mendatang, yang mana Kabupaten Jayapura menjadi tuan rumah pembukaan dan penutupan iven olahraga terakbar empat tahunan tersebut.

Pada gerakan penanaman ini juga Kampung Ifar Besar ditetapkan sebagai Kampung Wisata Adat. Selain itu juga, ada acara penebaran bibit ikan Nila sebanyak 6.000.

Kepada wartawan usai gerakan penanaman sayuran dan buah, Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Jayapura, Dr. Timothius J. Demetouw, SE, M.Si, menyampaikan kegiatan penanaman untuk mendukung PON ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan kelompok tani atau masyarakat di pesisir Danau Sentani.
Katanya, dengan adanya pencanangan gerakan penanaman sayur, buah dan penebaran bibit ikan Nila ini dapat menjadi kolaborasi di antara seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Jayapura.

“Ada delapan (8) kampung yang telah ditetapkan sebagai kampung destinasi wisata adat, dan salah satunya itu adalah Kampung Ifar Besar. Kita sudah mulai dari Kampung Donday, Distrik Waibhu dan hari ini (kemarin) kita kumpul disini untuk melakukan pencanangan kampung wisata adat, kemudian dilanjutkan dengan gerakan penanaman sayur dan buah serta penebaran bibit ikan Nila,” katanya. Timothius Demetouw.

Gerakan penanaman sayur dan buah di Kampung Ifar Besar sebagai kampung wisata adat ini diharapkan nantinya kampung itu bukan hanya menyediakan keindahan alamnya saja. Tetapi, harus juga bisa menjamu setiap orang yang datang berkunjung di kampung.

“Selain dia menikmati keindahan alam ini, perutnya juga bisa diisi lewat makanan yang telah dimulai dengan pencanangan hari ini (kemarin). Yakni, ada bibit sayur, ada buah dan juga ada bibit ikan,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Balitbangda Kabupaten Jayapura tersebut.

Timothius menuturkan, dengan pencanangan kampung wisata adat, gerakan penanaman sayuran, buah dan penebaran bibit ikan Nila diharapkan dapat menjadi kolaborasi di antara seluruh OPD.

“Ini belum semuanya masuk, baru Dinas TPH, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perkebunan. Untuk itu, kami harapkan dinas-dinas lain masuk seperti Dinas Pariwisata, DPMPK dan DPPPA juga harus masuk kolaborasi. Jadi, semua komponen OPD ini bagaimana caranya agar menghidupkan kelompok yang ada di kampung,” tuturnya.

Karenanya, Timothius mengatakan, waktu yang tersisa terhitung dari bulan November 2019 ini akan muncul di bulan Oktober 2020 mendatang. “Jadi, ini waktunya sangat terbatas sekali. Sehingga bagaimana caranya seluruh komponen OPD ini harus bergabung, untuk mendampingi masyarakat dalam mendorong mereka guna melakukan gerakan penanaman seperti yang tadi kita lakukan,” imbuhnya.

Menurut Timothius, dengan gerakan penanaman sayur dan buah serta penebaran bibit ikan ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat kelompok tani yang ada di kampung agar lebih bersemangat dalam mengelola usaha taninya. Serta diperlukan berbagai terobosan dan juga kerja keras yang luar biasa dari semua pihak, khususnya para anggota kelompok tani dan juga petugas lapangan yang melaksanakan kegiatan dengan serius. Supaya tercapai produksi tanaman pangan dan hortikultura yang meningkat.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan, kesejahteraan petani, membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan produksi hasil pertanian dan menjaga ketersediaan pangan di kampung,"

"Harapan kami, begitu ada kunjungan atau ketika iven PON itu terlaksana, masyarakat atau pengunjung yang datang ini bisa disambut oleh masyarakat kampung yang ada di pesisir Danau Sentani khususnya di delapan kampung destinasi wisata adat ini,” harap Timothius.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP, MM, mengatakan, tim ekonomi Kabupaten Jayapura bersama tim ekonomi Kampung Wisata Adat bekerjasama melakukan gerakan penanaman sayur, buah dan penebaran bibit ikan Nila.

“Demikian juga, bahwa memang semua harus terintegrasi seperti yang disampaikan tadi (kemarin) oleh pak Asisten III. Yakni, harus ada kolaborasi antara OPD-OPD terkait. Maka itu, kami di Dinas TPH itu memang ada program kegiatan khusus untuk peningkatan bibit sayur unggul atau berkualitas,” katanya.
“Jadi gerakan ini kita lakukan sebagai bukti menyatakan diri bahwa rumah tangga atau masyarakat kelompok tani di Danau Sentani itu siap menyediakan pangan untuk seluruh tamu dan kita semua saat iven PON nanti,” sambung Adolf Yoku.

Dijelaskan, memang ada sebagian keluarga atau masyarakat di pesisir Danau Sentani yang tidak mempunyai tempat atau lahan dan juga berdasarkan hasil kajian pihaknya, maka harus dilakukan dengan sistem pertanian secara vertikultur ini yang paling tepat.

”Jadi, setiap rumah tangga itu harus memiliki tiga hingga empat kotak (papan box). Nah, dari tiga atau empat kotak itu, nanti saat mereka panen untuk satu jenis sayur saja bisa dapat 50 ikat dalam satu kotak dan kalau sampai empat kotak saat mereka lakukan panen nanti bisa mencapai 200 ikat,” jelasnya.
“Dengan adanya sistem ini, pasti akan membuat kampung menjadi hijau karena terdapat berbagai jenis sayuran yang ditanam secara vertikultur. Karena sebelum ada program kegiatan khusus ini, kami lihat kampung-kampung ini sangat gersang sekali,” tambah pria yang mahir berbahasa Jepang.

Lanjut, kata Adolf, bantuan paket bibit sayuran itu sekaligus dengan sayur yang berjumlah delapan jenis, kemudian diberikan median alat tanam dan juga obat untuk tanaman sayur tersebut. Seperti kangkung, bayam, sawi, bawang, buncis, tomat, cabai dan kacang panjang. “Bantuan paket bibit sayuran itu untuk keluarga atau masyarakat kelompok tani yang ada di kampung wisata adat. Selain bibit sayuran, kita juga berikan alat dan obat per rumah tangga atau keluarga yang tidak punya lahan atau masuk dalam wilayah kampung wisata adat,” ujarnya.

Diharapkan bantuan bibit ini bisa menjadi stimulan bagi masyarakat agar bisa memenuhi pangan sendiri. Sehingga, masyarakat tidak perlu lagi membeli sayuran dipasaran yang saat ini harganya cukup tinggi.

“Kalau mereka lihat bagus, ini bisa menjadi salah satu hobi yang menarik. Yakni, pagi dan sore mereka bisa pergi siram tanaman sayur yang ada di pekarangan rumah. Juga bisa mendapat sayur yang bagus, begitupun anak-anak mereka juga bisa belajar langsung disitu cara menanam dan menghasilkan sayur yang bagus dari berbagai jenis,” paparnya.

“Selain itu juga, dari sisi pariwisata bisa menciptakan kampung itu menjadi indah dan bisa sebagai taman gizi di pekarangan rumah. Tidak perlu lagi keluarkan uang lagi untuk beli sayuran di pasar karena sudah tersedia dengan sendirinya. Artinya, dia punya nilai tukar karena orang yang senang bisa langsung membelinya. Jadi, sekaligus bisa menambah pendapatan ekonomi keluarga,” tukas Adolf.

Dibaca 72 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX

Trending Topik