Kodim Mimika Rampungkan 2 RTLH | Pasific Pos.com

| 16 December, 2019 |

anggota Kodim 1710/Mimika saat merehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) anggota Kodim 1710/Mimika saat merehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Kodim Mimika Rampungkan 2 RTLH

Lintas Daerah Penulis  Rabu, 13 November 2019 20:22 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 1710/Mimika Kapten Inf. M Zaini mengatakan, pihaknya telah Pembinaan Teritorial (Binter) terpadu dengan sasaran 5 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kampung Mware Distrik Mimika Timur (Miktim) yang mana selama 5 hari kerja tim telah merampungkan dua Rumah.

"Yang saat ini baru dua rumah yang kami rehab," kata Pasiter saat ditemui di jalan poros SP V, Selasa (12/11).

Ia menjelaskan, dua rumah yang direhab rumah milik Ibu Elizabet Apoko dan bapak Tobias Manaheripi, yang mana rumah milik ibu Elizabet Apoko lebih difokuskan pemasangan dinding samping, pengecatan dan cor teras, finising yang progres pengerjaannya sudha 100%, sementara itu rumah milik bapak Tobias Manaheripi saat ini sedang dimulai pengerjaan pembuatan kusen Jendela, pembuatan tiang Teras, dan pengecetan triplek dan progres pengerjaannya mencapai 50%.

Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan rehab Rumah milik Ibu Maria Ataha Apoka, Rumah bapak Romanus Kokoyahe, dan rehab Rumah milik bapak robertinus manareke.

"Yang satunya rumah sudah 100%, yang satunya baru 50% di Mware," jelasnya.

Ia menambahkan, kegaitan Binter terpadu yang dilakukan oleh Kodim 1710/Mimika telah dimulai sejak tanggal 7 November lalu hingga 7 Desember. Hanya saja melihat progres pengerjaan 5 rumah membutuhkan waktu tidak sampai sebulan. Hal tersebut diungkapkan karena personel yang diturunkan sebanyak 6 orang sangat memahami cara kerja sehingga dibutuhkan beberapa hari dua unit rumah sudah rampung.

"Untuk kegiatan dimulai tanggal 7 november kemrin waktunya satu bulan cuma kami targetkan 20 hari selesai," tambahnya. (Ricky)

Dibaca 41 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.