Ustad Muda Minta Umat Islam Merauke Jaga Ukhuwah Islamiyah | Pasific Pos.com

| 11 December, 2019 |

Ketua Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) DKI Jakarta,  Ustad Muh. Erfin Beddu, S.Pd, M.Pd.I bersama H.Ali Syahbana, SE, M.Si selaku Ketua PKM Nurul Mujahidin (foto:iis) Ketua Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) DKI Jakarta, Ustad Muh. Erfin Beddu, S.Pd, M.Pd.I bersama H.Ali Syahbana, SE, M.Si selaku Ketua PKM Nurul Mujahidin (foto:iis)

Ustad Muda Minta Umat Islam Merauke Jaga Ukhuwah Islamiyah

Papua Selatan Penulis  Rabu, 13 November 2019 03:25 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) DKI Jakarta,  Ustad Muh. Erfin Beddu, S.Pd, M.Pd.I meminta seluruh umat Islam yang ada di Kabupaten Merauke untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah sebab dimanapun dan siapapun itu pada dasarnya adalah saudara. Ketika dua kalimat syahadat telah diucapkan maka itu sudah diikat oleh sebuah ikatan persaudaraan seiman, begitupun dengan yang berbeda keyakinan tetap menjadi saudara sebangsa dan setanah air.

Merauke tidak akan bisa terbangun tanpa ada persatuan. “Kita gunakan filosofi pensil yang bisa membuat garis lurus namun tidak selurus atau sesempurna jika menggunakan penggaris. Merauke ini bisa saja dibangun oleh segelintir orang tetapi tidak sesempurna jika dibangun di atas dasar persatuan dan kesatuan. Oleh sebab itu saya mengajak saudara-saudaraku yang ada di Merauke untuk menjaga persatuan sebagai sesama saudara, baik sebangsa maupun setanah air,”ujarnya saat ditemui wartawan di Masjid Nurul Mujahidin Pasar Wamanggu kemarin.

Terkait dengan pembacaan Kitab Albarzanji pada peringatan Maulud Nabi tahun ini dimana dirinya diundang khusus untuk mengisi ceramah di Merauke, maka ia menjelaskan bahwa  isi dari Kitab Albarzanji adalah riwayat hidup Nabi Muhammad SAW yang intinya sejarah kehidupan nabi yang kemudian disyiarkan sehingga orang bisa mengetahui. Adapun tujuan dari membaca Albarzanji adalah Syiar Islam sehingga sejarah Rasulullah dapat sampai kepada masyarakat. “Sebab jika tidak ada syiar-syiar maka bisa saja kita menjadi buta akan sejarah Nabi Muhammad SAW. Bagaimana kita bisa mencontoh dan meneladani, jika sejarah nabi saja kita buta,”ujarnya

Sementara itu H.Ali Syahbana, SE, M.Si selaku Ketua PKM Nurul Mujahidin menyampaikan bahwa tahun ini pihak masjid kembali melaksanakan peringatan Maulud Nabi dengan tetap mempertahankan tradisi masyarakat Makassar berupa pengumpulan ember yang berisi aneka makanan dan lauk pauk. Jumlah tahun ini lebih meningkat sebanyak 150 ember dan semua murni dari para jamaah. Hal ini menunjukkan betapa besarnya kecintaan jamaah kepada Rasul dan tradisi yang ada harus dipertahankan karena tidak semua daerah mampu mempertahankan. Oleh sebab itu sebagai generasi sekarang sudah sepantasnya ikut melestarikan tradisi sebagai simbol indahnya berbagi dan kebersamaan.

Dibaca 219 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX