Legislator: Pemekaran Bukan Jawaban Dari Semua Masalah di Papua | Pasific Pos.com

| 13 December, 2019 |

Yunus Wonda Yunus Wonda

Legislator: Pemekaran Bukan Jawaban Dari Semua Masalah di Papua

Sosial & Politik Penulis  Rabu, 13 November 2019 03:10 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Makassar, - Legislator DPR Papua, DR.Yunus Wonda, SH, MH kembali menyoroti hangatnya wacana pemekaran Provinsi Papua. Pasalnya, hari ini semua orang Papua berlomba-lomba berbicara pemekaran provinsi.

Bahkan kata Yunus Wonda, rata-rata para pejabat, para bupati sedang memperjuangkan pemekaran provinsi.

Untuk itu, mantan Ketua DPR Papua ini meminta semua pihak berhenti memikirkan pemekaran dan coba renungkan kembali terlebih dahulu, bahwa pemekaran ini sebenarnya untuk siapa, sebelum semua berbicara  pemekaran.

"Coba lihat perolehan suara DPRD di kabupaten/kota Papua dan Papua Barat, orang Papua sudah habis. Jadi berhenti bicarakan pemekaran provinsi kalau mau menyelematkan orang Papua tersisa hari ini. Jangan kita bikin masalah untuk anak cucu kita ke depan," tegas Yunus Wonda di Makassar, Selasa (12/11/19).

Menurut Politisi Partai Demokrat itu, hari ini boleh bicara, tapi suatu saat kita akan menyesal.

Untuk itu,  kata Yunus Wonda, Pemerintah pusat juga jangan mengikuti jika ada pihak bicara masalah pemekaran di Papua.

Menurut Yunus Wonda, yang harus dibicarakan saat ini adalah bagaimana ketika Otsus Papua berakhir 2021 mendatang. Itu yang harus dibicarakan hari ini. bukan bicara pemekaran.

Sebab tandas Yunus Wonda, pemekaran bukan jawaban dari semua masalah Papua, karena hari ini orang Papua sudah habis, sehingga para bupati perlu melihat itu.

"Saya mau sampaikan, bahwa pemekaran Provinsi Papua, baik Papua dan Papua Barat, itu bukan jawaban terkait persoalan di Papua," tandas Yunus Wonda.

"Kita bisa lihat, dengan perolehan kursi DPRD kabupaten/kota,  itu menandakan bahwa pada pemilihan 2024 saya mau pastikan bahwa tidak orang Papua lagi," sambungnya.

Yunus Wonda pun menegaskan, jika punya keinginan maju gubernur, sebaiknya ikut bersaing. Tidak perlu bicara pemekaran, karena nanti di situ kita menciptakan konflik lagi.

"Hari ini para bupati mungkin jalan sama-sama mendorong pemekaran provinsi. Tapi saat pemilihan bermusuhan rakyat jadi korban, konflik terjadi orang Papua mati lagi," ketusnya.

Pada kesempatan itu, Yunus Wonda pun menyatakan, dirinya akan terus bicara dan bicara menolak pemekaran agar wacana pemekaran berhenti karana ia punya analisis ke depan 20-30 tahun ke depan orang Papua tidak akan ada lagi.

Ia menambahkan, jika Pulau Papua juga nanti hanya tinggal cerita bahwa pernah ada ras melanesia tapi sudah tak ada lagi.

"Generasi muda catat, semua orang-orang yang mendorong pemekaran bahwa mereka yang pernah membuat malapetaka di tanah ini.
Karena yang harus dibicarakan adalah  Otsus, yang akan berakhis besok 2021. Jadi pemekaran bukan jawaban dari semua. Pak Mendagri, pak Presiden ini bukan solusi," tegas legislator Papua ini. (TIARA)

Dibaca 76 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.