Peduli Kaum Perempuan, Dorince Mehue Gelar Pertemuan | Pasific Pos.com

| 10 December, 2019 |

Pokja Agama MRP Utusan GKI Di Tanah Papua, Dorince Mehue, SE saat menerima souvenir dari perajin Merauke usai pertemuan (foto:iis) Pokja Agama MRP Utusan GKI Di Tanah Papua, Dorince Mehue, SE saat menerima souvenir dari perajin Merauke usai pertemuan (foto:iis)

Peduli Kaum Perempuan, Dorince Mehue Gelar Pertemuan

Papua Selatan Penulis  Senin, 11 November 2019 20:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Terdorong oleh rasa kepedulian yang begitu besar terhadap kelompok perempuan yang ada di Papua khususnya di Kabupaten Merauke maka di sela-sela kunjungan kerjanya di Kota Rusa, Sabtu lalu, Pokja Agama MRP Utusan GKI Di Tanah Papua, Dorince Mehue, SE meluangkan waktu untuk bertemu dengan beberapa kelompok perempuan, baik dari PWKI, WKRI, PWGKI dan organisasi keagamaan lainnya. Dalam pertemuan yang dipusatkan di Swiss-Belhotel itu, pihaknya mendapat banyak informasi yang disampaikan langsung terkait dengan hal-hal yang selama ini menjadi pergumulan para kaum perempuan di Kabupaten Merauke.

Oleh sebab itu beberapa langkah tindak lanjut akan dilakukan pasca pertemuan tersebut demi kemajuan dan perkembangan organisasi perempuan yang lebih baik ke depan. Salah satunya yang telah disampaikan antara lain menyangkut dana otsus sebesar 2% untuk agama dan perempuan yang seharusnya juga bisa dirasakan oleh mereka. Selain itu mereka juga membutuhkan bantuan pemerintah karena banyak program yang akan dilakukan khususnya dalam mengembangkan kaum pemuda maupun anak-anak setingkat SMA. Mereka membutuhkan fasilitas pendukung seperti computer sehingga anak-anak yang dibina juga dapat belajar secara langsung.

Kepada wartawan usai pertemuan ia menyampaikan bahwa banyak masalah yang menjadi beban kaum perempuan sehingga pihaknya dari Pokja Agama akan berupaya untuk mendorong perhatian dari pemerintah serta gereja-gereja agar dapat menopang mereka. Pihaknya juga berencana untuk melakukan konsolidasi dengan merangkul seluruh kelompok perempuan yang ada guna membahas dan mendiskusikan segala pergumulan yang dihadapi.  Menurutnya, banyak potensi yang dimiliki perempuan-perempuan Merauke dalam berkreasi sehingga mampu menghasilkan produk yang bernilai jual dan memiliki nilai ekonomis. Ia mencontohkan kreasi tas dari limbah plastik yang telah diberikan kepadanya sebagai buah tangan dalam pertemuan tersebut yang patut didukung.

Para perempuan perajin tas tersebut sangat membutuhkan adanya sarana pendukung dari pemerintah berupa tempat khusus bagi mereka sehingga produk yang dihasilkan bisa ditampung dan dipasarkan. Selain itu permasalahan perempuan dan anak juga turut menjadi sorotan dalam tatap muka siang itu sehingga diharapkan dinas terkait yang menjadi mitra dapat merangkul, membina dan memperhatikan mereka. “Pokja agama datang untuk melihat secara langsung keadaan kaum perempuan gereja dan perempuan agama di Kabupaten Merauke. Ketika kami kembali tentu akan merekomendasikan hal-hal yang kita dengar dari para perempuan yang hadir sehingga dapat diketahui oleh pemerintah setempat maupun provinsi. Jadi ada sinergitas pelayanan antara kabupaten dan provinsi kepada masyarakat. Ini yang harus sama-sama kita jaga,”pungkasnya.

Dibaca 31 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.