KBLC Merauke Gandeng PWKI Bantu Pendidikan Anak Kampung Yakyu | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

Pemberian bantuan papan tulis oleh KBLC Merauke (foto:ist) Pemberian bantuan papan tulis oleh KBLC Merauke (foto:ist)

KBLC Merauke Gandeng PWKI Bantu Pendidikan Anak Kampung Yakyu

Papua Selatan Penulis  Senin, 11 November 2019 19:58 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kitong Bisa Learning Center (KBLC) Merauke, LSM sosial non profit yang bergerak di bidang Pendidikan Bahasa Inggris berbasis kewirausahaan, kali ini menggandeng Persatuan Wanita Kristen Indonesia Merauke (PWKI Merauke) melangkah ke RT.03 Yakyu, Kampung Rawa Biru membuat sebuah gebrakan inovasi sosial belum lama ini. Bersama-sama, kedua organisasi tersebut meluncurkan kerjasama membantu pendidikan anak-anak di kampung Yakyu, Distrik  Sota, Merauke, Papua. Program yang dilakukan adalah untuk  memfasilitasi guru lokal yang telah didampingi oleh PWKI selama ini, dengan kemampuan menyusun perencanaan pembelajaran sederhana, dan laporan pelaksanaan pembelajaran kepada donatur dan PWKI. Sejauh ini PWKI telah memfasilitasi masyarakat untuk membangun ruang kelas sederhana untuk tempat belajar anak-anak, karena saat ini anak-anak masih belajar di gedung gereja. Pembangunan ruang kelas masih dalam proses.

Diluar itupun KBLC Merauke dapat membantu mensupport kebutuhan kegiatan belajar mengajar. Untuk dapat menempuh kampung tersebut, dibutuhkan perjalanan yang tidak mudah. Dalam rangka menyampaikan bantuannya, kali ini perjalanan cukup menantang, karena musim panas di Merauke menyebabkan akses masuk ke Kampung Yakyu yang adalah rawa mengalami kekeringan. Masyarakat biasanya mendorong perahu, dan berjalan sekitar 500 Meter ke kampung, setelah menyeberangi Rawa Biru atau bisa juga naik perahu sekitar 10 menit menyeberang ke pulau kelapa, dan diteruskan dengan naik motor selama kurang lebih 2 jam, tapi ini hanya bagi yang punya kendaraan roda 2 saja. Namun KBLC Merauke dan perwakilan PWKI sangat beruntung, perjalanan kali ini difasilitasi oleh Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/PDW Kostrad atas prakarsa  dari Lettu Ckm dr. Akbar Andriansah, perjalanan dimulai dari Kampung Rawa Biru bersama Wadanpos Yakyu Serka. Yasin Dihan M., dengan menyebrangi rawa biru sekitar 10 menit, diseberang (pulau kelapa) telah menunggu  motor KLX yang menjemput dan perjalanan dilanjutkan dengan jalan darat, kurang lebih 2 jam bersama Kopda Brenni Wisnu W, Pratu Wandi, Prada Rico dan Wadanpos.

Sampai di Kampung Yakyu, KBLC Merauke dan perwakilan PWKI disambut baik oleh Danpos Letda Infanteri Komang, dan beliau mulai menceritakan situasi terkini terkait pendidikan anak-anak di Kampung Yakyu. Kampung yang sebelumnya tidak ada aktifitas belajar mengajar, saat ini telah ada sekolah darurat yang mendidik sekitar 29 anak dari berbagai jenjang pendidikan. Sekolah darurat ini diprakarsai awalnya oleh PWKI melalui program sekolah minggu di gereja pada Juni 2019, kemudian berkembang dan didorong menjadi sekolah darurat oleh PWKI dan ibu Ice Joenso.

Kemudian ketika pergantian pasukan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/PDW Kostrad membantu mengawasi, mendampingi seorang guru lokal, dan membantu mengajar disekolah tersebut. Mereka mengajar membaca, dan lagu-lagu nasional setiap hari Senin, Rabu dan Jumat, sementara Hari Selasa Guru lokal mengajar materi yang sama ditambah dengan pelajaran agama Mereka juga mensupport aktifitas belajar mengajar dengan memberikan 1 buah whiteboard dan buku serta alat tulis. Karena menurut Letda Infanteri Komang, awalnya anak-anak ini belajar hanya menggunakan tripleks dan ditulisi dengan arang. Namun sekarang sudah berjalan baik, mereka sudah bisa menulis dibuku, dan bahkan mendapatkan seragam sekolah dari donatur atas koordinasi PWKI.

Pada tahapan awal penyusunan program ini, telah dilakukan perbicaraan awal untuk penjajakan kerjasama KBLC Merauke dengan PWKI terkait pengembangan Pendidikan di Kampung Yakyu. Kedatangan ini untuk melihat sendiri keadaaan anak dan pendidikan disana, sehingga KBLC Merauke juga tahu apa yang menjadi kebutuhan sehingga support yang diberikan juga disesuaikan dengan kebutuhan belajar mengajar disana, perubahan yang sangat terasa adalah beberapa bulan lalu tepatnya bulan juli, ketika KBLC pertama kali berkunjung bersama PWKI (ini kunjungan kedua PWKI) anak-anak masih malu-malu untuk berkomunikasi dengan orang baru, tetapi waktu kunjungan kali ini kblc bertemu dengan sekitar 7 anak masih nmenggunakan seragam olah raga usia sekitar 3-6 tahun, ketika diajak berkomunikasi,  mereka berani menjawab dan berkomunikasi bahkan dengan berani bisa mengucapkan alphabet A-Z dan menyanyikan lagu Indonesia raya, dan mengajarkan bahasa daerah mereka, hal yang sangat luar biasa dan patut didukung.

Disamping itu KBLC Merauke juga membawa 1 buah papan tulis dan spidol untuk dapat digunakan anak-anak di Yakyu. Yang menarik dari Yakyu adalah hubungan baik yang terjalin antara masyarakat dan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/PDW Kostrad. Hubungan yang menampilkan suasana kekeluargaan. Pendekatan sosial yang dilakukan oleh Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/PDW Kostrad sangat baik, sehingga merekapun bisa mengetahui keadaan masyarakat dan turut membantu kehidupan sosial masyarakat disana. Masyarakat pun dari perbincangan yang dilakukan mengakui bahwa satgas ini sangat baik dan membantu mereka.   Dari hubungan baik yang tercipta ini, memberikan pandangan baru untuk dapat menggandeng Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/PDW Kostrad bekerja sama membangun pendidikan di Yakyu. Sehingga dalam waktu pengabdian mereka yang hanya 9 bulan, mereka juga bisa meninggalkan jejak indah di Kampung Yakyu. Kunjungan selesai, KBLC Merauke ke Rawa Biru diantar oleh Kopda Brenni Wisnu W. Pratu Wandi, Prada Rico, Pratu Isdar, Praka Tikmawan, Pratu Masrudi, dengan rute yang sama ketika datang.

Sonnya Uniplaita, CEO dan Pendiri KBLC Merauke mengatakan bahwa ke depannya, KBLC Merauke akan terus menjalankan program serupa untuk membantu pengembangan Pendidikan diwilayah-wilayah yang terbatas akses pendidikannya. Tentu saja ada dinas-dinas terkait yang mengatur hal ini, hanya saja mereka tidak bisa bekerja sendiri, kita bisa mensupport kerja mereka dengan kemampuan yang ada pada kita. Sekecil dan sesederhana apapun yang kita berikan, akan memberikan dampak yang besar dimasa depan anak-anak dari tanah datar ini, karena wajah bumi Anim Ha 10 hingga 20 tahun mendatang ada pada anak-anak ini. KBLC Merauke adalah bagian dari Pergerakan Kitong Bisa yang menaungi 9 pusat belajar di Papua dan Papua Barat, mendidik anak-anak Papua untuk belajar kewirausahaan dan kemandirian. Sejauh ini, Kitong Bisa telah mendidik lebih dari 1,100 anak-anak asli Papua untuk memperoleh Pendidikan Bahasa Inggris berbasis kewirausahaan.

Dibaca 58 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik