GTMA Pastikan Pemetaaan Wilayah Adat Buyakha Selesai Dalam Tahun Ini | Pasific Pos.com

| 14 December, 2019 |

Ketua GTMA Kabupaten Jayapura yang juga sebagai Asisten I Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, MKP (tengah) didampingi Ketua Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) Indonesia, Kasmita Widodo (kiri) saat membuka kegiatan Lokakarya II Pemetaan Partisipatif Wilayah Adat Buyakha, di Aula BPPT Yahim Sentani, Senin (11/11)pagi. Ketua GTMA Kabupaten Jayapura yang juga sebagai Asisten I Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, MKP (tengah) didampingi Ketua Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) Indonesia, Kasmita Widodo (kiri) saat membuka kegiatan Lokakarya II Pemetaan Partisipatif Wilayah Adat Buyakha, di Aula BPPT Yahim Sentani, Senin (11/11)pagi.

GTMA Pastikan Pemetaaan Wilayah Adat Buyakha Selesai Dalam Tahun Ini

Kabupaten Jayapura Penulis  Senin, 11 November 2019 19:48 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI – Gugus Tugas Masyarakat Adat (GTMA) Kabupaten Jayapura pastikan bahwa proses pemetaan wilayah adat di Buyakha Bu (Danau Sentani) yang sedang dilakukan selama ini akan berakhir dalam tahun ini.

Kepastian tersebut terkuak melalui pernyataan Ketua GTMA Kabupaten Jayapura yang juga sebagai Asisten I Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, MKP usai membuka kegiatan Lokakarya II Pemetaan Partisipatif Wilayah Adat Buyakha, di Aula BPPT Yahim Sentani, Senin (11/11)pagi.

Ketua GTMA mengatakan, lokakarya ke-2 yang diselenggarakan oleh pihaknya tersebut merupakan progres dari lokakarya pertama yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Dimana, hasil lokakarya pertama merekomendasi untuk penyelesaian pemetaan wilayah adat.

Sebab itu, pihaknya memulai pemetaan wilayah adat dari Dewan Adat Suku Sentani (DASS). Lokakarya II tersebut diharapkan mampu menghasilkan kepastian batas-batas wilayah adat dari setiap suku yang ada di kampung-kampung di Buyakha.

Lewat lokakarya tersebut, setiap fasilitator yang telah ditunjuk oleh GTMA di masing-masing kampung dapat mempresentasikan hasil pemetaan wilayah yang telah dilakukan selama ini.

Basri menyebutkan, lokakarya ke-2 tersebut akan berlangsung selama satu minggu. Dalam satu minggu akan dibagi pertiga hari, tiga hari pertama diikut oleh puluhan fasilitator kampung dari kampung-kampung di Distrik Sentani Timur dan Distrik Ebngfauw.

Selanjutnya, tiga hari berikutnya akan diikuti oleh fasilitator dari kampung-kampung yang terdapat di dua distrik yakni, Distrik Waibu dan Distrik Sentani. Dengan tempat lokakarya selama satu minggu tersebut akan berlangsung di Aula BPPT Yahim Sentani.

Ditempat yang sama, Ketua Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) Indonesia, Kasmita Widodo menjelaskan, langkah pemetaan wilayah adat yang tenha dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui GTMA merupakan langkah tepat dalam memproteksi hak-hak masyarakat adat.

“Kami harapkan, dengan adanya lokakarya ini dapat menolong GTMA Kabupaten Jayapura menyelesaikan semua tugas-tugas pemetaan wilayah. Pemetaan wilayah ini sangat diperlukan karena dapat membantu pembangunan daerah,” ungkapnya.

Ditambakan, pemetaan ini akan memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan hal kepemilikan atas tanah yang sering menjadi masalah utama dalam pembangunan sejumlah sarana atau fasiltas publik oleh pemerintah di daerah ini.

Dibaca 123 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.