DPP FSBDSOAP Papua Gelar Rapat Sosialisasi dan Konsolidasi Organisasi | Pasific Pos.com

| 14 December, 2019 |

DPP FSBDSOAP Papua Gelar Rapat Sosialisasi dan Konsolidasi Organisasi

Sosial & Politik Penulis  Minggu, 10 November 2019 13:08 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Orang Asli Papua (FSBDSOAP) Provinsi Papua,  menggelar rapat bersama pengurus dan simpatisan Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Orang Asli Papua, guna membahas  sosialisasi dan konsolidasi yang digelar di Kantor DPP Sekretariat FSBDSOAP Jalan Ifar gunung Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Sabtu (9/11/19).

Dalam rapat itu juga dihadiri,  Sekjen Barisan Merah Putih (BMP) dan perwakilan adat, Yonas Alfons Nussy, Yon Wilil, dan Arnold Walilo.

Ketua Umum FSBDSOAP,  Kope Wenda mengatakan, FSBDSOAP Provinsi Papua kini sudah terbentuk dan pihaknya membentuk ini untuk mendukung dan memproteksi para pekerja orang asli Papua, juga mengurangi tingkat pengangguran yang kian meningkat.

"Ini juga untuk mendukung kebijakan Guberbur Papua, Lukas Enembe dan pemerintah pusat," kata Kope Wenda kepada Wartawan  usai rapat.

Menurutnya, pihak terlebih dahulu akan melaksanakan pelantikan pengurus. Namun sebelum itu akan dirapatkan dahulu bersama pengurus DPP.

"FSBDSOAP ini sudah terbentuk di 29 kabupaten/kota di Papua dengan jumlah pengurus 2,500 orang," ungkapnya.

Dakui, jika ini bukan suatu hal yang muda, sebab ke depan pasti ada tantangan.

Akan tetapi kata Kope Wenda, pihaknya sudah bertekad tetap menjalaninya saja dulu, karena kehadiran FSBDSOAP juga untuk membuka lapangan pekerjaan kepada orang Papua.

"Perdasus buruh sudah disahkan, DPRP kini tinggal menunggu registrasi Kemendagri. Semoga dalam waktu dekat kepala Biro Hukum sudah memberikan kepastian," jelasnya.

Sementara Sekjen Barisan Merah Putih (BMP), Yonas Nusy mengatakan, mengapresiasi terbentuknya serikat buruh Papua ini.

Sebab lanjut Nusy, ini merupakan bagian dari kebangkitan rakyat Papua untuk melihat bawah ini merupakan upaya memproteksi orang Papua dalam haknya sebagai pekerja.

"Upaya ini sudah dibangun, dan profesi apa saja yang dilakukan orang Papua wajib hukumnya pekerja diproteksi untuk mendaptkan hak-haknya," ungkapnya.

Menurutnya, semakin banyak serikat buruh, semakin banyak pula buruh mendapat perlindungan.

Lanjut dikatakan. dengan hadirnya serikat buruh ini juga untuk membangkitkan rasa solidaritas antara pekerja orang asli Papua, agar mereka menyadari betapa pentingnya bersatu memproteksi hak-hak mereka yang diamanatkan oleh UU Tenaga kerja dan UUD 1946.

"Untuk itu kami juga butuh kerjasama dan koordinasi yang baik dengan Dinas Tenaga Kerja di provinsi hingga kabupaten/kota terutama pegawai pengawas," ucapnya.

Bahkan tambahnya,  ada beberapa perusahan besar di Papua yang menjadi perhatian misalnya PT Freeport, Sinar Mas atau perusahaan perkebunan. (TIARA)

Dibaca 73 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.