Kapolda: Insiden Tolikara Juga Akibat Miras | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Kapolda: Insiden Tolikara Juga Akibat Miras

Headline Penulis  Rabu, 19 Agustus 2015 19:39 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Insiden penyerangan jamaah Muslim Sholat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, hingga berbuntut pembakaran sejumlah rumah warga dan penembakan warga setempat, pada 17 Juli lalu, masih meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Papua.
Namun siapa sangka, minuman keras ternyata menjadi salah satu pemicu terjadinya insiden Tolikara. Demikian pun Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigjen Polisi Paulus Waterpauw, mengaku terkejut dengan temuan tersebut.
 “Saya baru tahu, persoalan di Tolikara ternyata ada hubunganya dengan miras. Kemaren saya tidur menginap di Tolikara dan masyarakat baru menyampaikan isi hatinya, yang ternyata ada peredaran miras di Tolikara,” ungkap Paulus Waterpauw usai memusnahkan miras di Pelabuhan Jayapura, Senin (17/8)
Sebenarnya, kata Kapolda, kehidupan masyarakat Papua sangat baik dan sopan santun. Namun, apabila telah terpengaruh minuman keras, maka kehidupan yang awalnya baik menjadi rusak. “Misalnya jadi perang suku, jadi kriminal dan jadi hal-hal lain, termasuk kekerasan terhadap anak dan perempuan, yang bersumber dari miras,” paparnya.
Kapolda pun mengingatkan kepada masyarakat agar tidak coba-coba memasukan minuman keras ke Papua tanpa ijin, karena akan berhadapan dengan hukum. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan Undang-undang yang dapat menjerat para pelaku.
 “Kita akan serius menerapkan Undang-Undang yang bisa menahan mereka, di Papua Barat saya sudah terapkan. Kita tidak main-main, untuk miras non pabrikan, karena itu menghancurkan generasi Papua,” tegasnya.
Menurut Kapolda, minuman keras non Pabrikan memang banyak didatangkan dari luar Papua. Namun, seiring berjalannya waktu, miras non pabrikan ini diproduksi oleh masyarakat di Papua. “Kalau di Provinsi Papua ini, pusatnya ada di Kota dan Timika, ini yang besar,” urainya.
Menyikapi tinggi peredaran miras non pabrikan di Papua, Kapolda menyatakan kesiapannya dalam mendukung langkah Pemerintah Papua yang akan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan peredaran minuman keras di Papua.
 “Kalau Perda sudah ada, kami akan mendukung. Untuk saat ini kami tetap akan tindak para pelaku, baik yang memproduksi, mengedarkan maupun memasukan miras non pabrikan ke Papua,” tandas PW sapaan akrab Paulus Waterpauw. (Syaiful)

Dibaca 665 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.