Pos Lintas Batas Laut di Jayapura Tak Efektif | Pasific Pos.com

| 16 December, 2019 |

Kepala Kantor Imigras Kelas I Jayapura, Gatut Setiawan Kepala Kantor Imigras Kelas I Jayapura, Gatut Setiawan

Pos Lintas Batas Laut di Jayapura Tak Efektif

Kota Jayapura Penulis  Jumat, 08 November 2019 01:23 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Kantor Imigrasi Kelas I Jayapura menilai lokasi Pos Lintas Batas Terpadu Laut di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Hamadi, sangat tidak efektif.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jayapura, Gatut Setiawan, mengatakan, letak Pos lokasi pelelangan ikan itu tak strategis untuk melakukan pengawasan pelintas batas di laut.

Menurutnya, lokasi Pos Lintas Batas Terpadu Laut ini seharusnya dekat dengan batas negara Indonesia - Papua Nugini.

“Kami berharap pos itu lebih maju kedepan mendekati perlintasan batas negara laut yang ada. Karena sekarang ini berada di belakang pasar ikan dan untuk memantau ke laut sungguh sangat susah. Kami merasakan aura yang sungguh sangat lemah sekali disitu,” tegasnya.

Ia menambahkan, akibat hal ini, jumlah pelintas batas di wilayah perbatasan laut RI-PNG tak terdata dengan baik. Dari data Januari hingga September 2019, tercatat kedatangan WNI sebanyak 317 dan Warga PNG 133, sementara keberangkatan WNI 324 dan Warga PNG 126.

“Kalau melihat data ini, lebih banyak WNI yang melakukan perlintasan ketimbang PNG. Ini satu indikasi masih adanya Warga Negara PNG yang masuk ke Indonesia melalui jalur laut dan tidak melapor ke Pos Lintas Batas Terpadu Laut di Hamadi. Ini menjadi perhatian kami, bahwa harus diperketat,” kata Gatut.

Gatut mengaku dalam berbagai kesempatan sudah menyampaikan permasalahan itu kepada pihak terkait. Ia berharap, Pos itu kedepan bisa segera dipindahkan ke lokasi yang lebih strategis untuk mengawasi wilayah perbatasan laut RI-PNG.

“TNI AL sudah siap membangun pangkalan, apa salahnya kalau kita juga buat Pos di dekat Pangkalan TNI AL. Saya pikir itu akan lebih memperkuat lagi pengawasan perlintasan di perbatasan laut. Itu harapan kami, karena belakang ini banyak ditemukan perlintasan di perairan yang masi belum terpantau dengan baik,” tutupnya.

Dibaca 78 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.